think of industrial engineering, it's all about industrial engineering

Engineering Tools

Tugas Ilmu Lingkungan


PAPER

KEBOHONGAN BESAR “ GLOBAL WARMING “

sebuah kajian tentang sisi lain isu pemanasan global

oleh : Ade Rafiansyah & Khairil Anwar

Isu global warming atau pemanasan global yang saat ini sedang menghebohkan dunia merupakan peristiwa ilmiah paling luar biasa setelah isu – isu tentang perang dan terorisme. Bahkan global warming telah berhasil menyihir banyak penduduk dunia untuk menjadi “ takut “. Banyak program – program internasional yang berkaitan dengan isu ini, seperti kesepakatan para pemimpin dunia untuk mengurangi produksi gas CO2 yang tercantum di dalam protokol kyoto 1997, sebuah kesepakatan yang dihasilkan pada konferensi internasional tentang perubahan iklim di Kyoto jepang pada tahun 1997.

Isu pemanasan global bagi sebagaian negara terutama Amerika dan negara – negara eropa dianggap merupakan peluang ekonomi dan politik yang baik. Banyak pihak yang mendapat keuntungan dari isu, baik keuntungan dari segi ekonomi maupun politik dan perebutan pengaruh. Seperti para peneliti yang berlomba – lomba untuk mendapatkan dana riset, kaum komunis yang menggunakan isu -isu lingkungan untuk mengalahkan pengaruh kaum kapitalis, para jurnalis yang dituntut untuk menghasilkan berita – berita yang menghebohkan, orang – orang yang menggunakan isu ini untuk menaikkan keuntungan perusahaaan, dan sebagainya.

Lantas pertanyaannya adalah apakah Global Warming ini benar – benar terjadi ataukha hanya akal – akalan pihak tertentu saja ?

Terdapat dua pendapat menyangkut isu ini, ada yang mendukung dan ada yang menyangkal yang selanjutnya kami sebut kelompok Biru dan kelompok merah ( tanpa bermaksud mendiskriminasikan warna ). Tulisan berikut ini akan memberikan gambaran bagi kita untuk melakukan perbandingan dan memberikan penilaian terhadap dua pendapat yang berkembang.


Kubu Biru

Efek rumah kaca dan Pemanasan Global

Uap air, Gas CO2 ( karbondioksida ), CH4 ( metana ) dan gas – gas lainnya di atmosfer dalam jumlah yang kecil dapat memperlambat pelepasan panas matahari ke angkasa sehingga bumi akan menjadi hangat. Hal ini memungkinkan adanya kehidupan di muka bumi karena jika tidak maka bumi akan mengalami penurunan suhu yang cukup drastis. Gas – gas ini disebut sebagai gas rumah kaca, karena berfungsi seperti kaca pada rumah kaca yang biasa digunakan untuk membudidayakan tanaman pada daerah sub tropis. Pada rumah kaca cahaya matahari yang diterima akan diteruskan, sedangkan energi panas yang ada akan ditahan di dalam sehingga suhunya menjadi hangat terutama pada musim dingin atau hujan salju. Mekanisme penghangatan ini juga terjadi di Bumi yang dilakukan oleh gas – gas atmosfer sehingga disebut efek rumah kaca.

Gas – gas rumah kaca ini dalam jumlah besar akan berakibat tidak baik, karena dapat menaikkan temperatur suhu rata – rata di atmosfer, lautan dan daratan di bumi yang populer disebut dengan Global Warming.

Dampak Pemanasan Global


Adapun dampak yang ditimbulkan dari pemanasan ini yaitu : Hilangnya pulau – pulau kecil dan dataran pesisir

  1. Pemanasan global menyebabkan mencairnya es di kutub – kutub bumi. Peristiwa ini akan menyebabkan sebagian besar wilayah daratan yang berada di garis pantai akan tenggelam.
  2. Selain itu di indonesia, Kenaikan permukaan air laut juga mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove. Pada tahun 1990-an luas mangrove kita 9.2 juta hektar, dan tingkat kerusakan 57.6%. Rusaknya mangrove akan berdampak pada abrasi pantai karena tidak adanya penahan gelombang. Begitu pula pencemaran dari sungai ke laut akan meningkat karena tidak adanya penyaring polutan, dan berbagai spesies juga hilang. Serta, kegiatan budidaya perikanan tradisional akan terancam dengan sendirinya. "Kejadian banjir sepanjang jalan tol bandara beberapa waktu lalu adalah bukti kerugian akibat rusaknya mangrove di pesisir utara Jakarta ", menurut Kepala Divisi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, PKSPL IPB; Dosen Ekologi Politik
  3. Penyebaran penyakit.Dengan meningkatnya temperatur suhu bumi, maka akan menyebabkan daerah endemik mahluk – mahluk parasit meluas seperti penyakit malaria nairobi dan kenya.
  4. Punahnya beberapa spesies. Berkurangnya luas lahan di daerah kutub menyebabkan hilangnya beberapa spesies binatang seperti beruang kutub.
  5. Kerusakan alam. Pengaruh cuaca akibat kelembaban udara yang tinggi berakibat : badai akan lebih sering terjadi, air tanah lebih cepat menguap, beberapa daerah akan lebih kering dari sebelumnya, angin bertiup kencang dengan pola yang berubah-ubah, badai topan lebih besar, cuaca sulit diprediksi dan lebih extrim.
  6. Penurunan Produktifitas Pertanian. Pengaruh Terhadap Pertanian Karena perubahan iklim maka terjadi penurunan produksi pertanian akibat kekeringan dan banjir yang silih berganti. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan hama dan penyakit yang lebih beragam.
  7. Penurunan produkstifitas Perikanan. Akibat dari suhu yang meningkat telah terjadi “coral bleaching”atau pemutihan terumbu karang yaitu rusaknya terumbu karang. Terumbu karang merupakan tempat tinggal dan berkembangbiaknya biota – biota laut seperti ikan dan sebagainya. Jika terumbu karang rusak maka rantai makanan di laut kan terputus dan berdampak kepada ketersediaan ikan dilaut.

Penyebab Pemanasan Global

Menurut IPPC ( Interngovermental Panel on Climate Change ) sebuah panel ilmiah yang terdiri atas para ilmuan di seluruh dunia, penyebab pemanasan global yang utama ialah karena meningkatnya konsentrasi gas – gas rumah kaca di atmosfer bumi akibat dari kegiatan manusia atau disebut dengan Antropogenik.

Adapun beberapa gas yang dikenal sebagai gas rumah kaca tersebut dihasilkan dari beberapa aktifitas dan peristiwa berikut :
  1. CO2 ( karbondioksida )

Gas ini dianggap paling berperan didalam pemanasan global karena jumlahnya yang paling besar dan melimpah.. Gas ini menyerap gelombang panjang matahari sehingga menyebabkan pemanasan dan air akan menguap. Jika kita mengeluarkan karbondioksida itu artinya kita melakukan pembakaran terhadap sesuatu yang mengandung karbon, seperti bahan bakar, pembakaran kayu, minyak, yang jika bereaksi dengan oksigen ( O2 ) akan menghasilkan karbon dioksida yang merupakan reaksi untuk energi. Selain itu CO2 dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan pendinginan di lapisan stratosphere sehingga memicu percepatan lubang di lapisan ozon sebagai perisai bumi dari radiasi ultraviolet yang dapat menyebabkan kanker kulit tersebut.

  1. CH4 ( metana )

    Gas metana merupakan gas yang 21 kali lebih berpotensi menyebabkan efek rumah kaca jika dibandingkan dengan karbondioksida. Metana dihasilkan secara alami oleh bakteri atau mikroba yang hidup subur di rawa- rawa atau tanah berlumpur. Bakteri ini menghasilkan metana di dalam selnya. Kegiatan persawahan melalui budidaya persawahan di Asia merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya emisi gas metana. Lahan berlumpur yang merupakan cara menanam padi adalah tempat yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya bakteri atau mikroba penghasil metana, gas ini di lepaskan ke udara ketika air di sawah dikeringkan. Di dalam sistem pencernaan binatang memamabiak seperti sapi dan kambing, mikroba digunakan untuk membantu proses pencernaan rerumputan. Beberapa mikrobaini melepaskan metana sebesar 250 gram setiap harinya ( Pengantar Komprehensif Tentang Pemanasan Global Oleh Dadang Rusbiantoro. Hal. 11 ).

    Metana juga dihasilkan dari penumpukan – penumpukan sampah, diperkirakan 1 ton sampah padat dapat menghasilakan 50 kg gas metana. Diperkirakan jumlah samapah indonesia pada tahun 2020 sebesar 500 juta kg pertahun atau 190 ribu ton sehingga di perkirakan akan menghasilakan gas metana sebesar 9500 ton per tahun. ( Pengantar Komprehensif Tentang Pemanasan Global Oleh Dadang Rusbiantoro. Hal. 12 ).

***********

Kelompok Merah

Dari daftar panjang kerusakan lingkungan yang diakibatkan manusia, konon pemanasan global adalah yang terparah. Tapi apakah betul manusia penyebabnya?

Menurut sebuah film dokumenter dari Inggris berjudul ’The Great Global Warming Swindle’ atau ’Penipuan Besar Pemanasan Global’mengatakan, anggapan bahwa manusia merupakan penyebab pemanasan global adalah sebuah kebohongan.

Film dokumenter yang dibuat pada tahun 2007 ini menampilkan wawancara dengan berbagai ilmuwan, politisi, dan aktivis lingkungan hidup dari bidang-bidang yang terkait dengan pemanasan global, lengkap dengan grafik dan animasi yang tak kalah menarik dengan ’Inconvenient Truth’ karya Al Gore.

Dokumenter ini mempertanyakan mengapa dunia sekarang mempeributkan kenaikan suhu bumi, karena sejak ribuan tahun lalu suhu bumi selalu naik-turun. Bahkan pada tahun 1970-an media massa ramai dengan berita bencana alam seperti sekarang – badai, banjir, gagal panen – tetapi dulu bencana-bencana tersebut diduga akibat global cooling karena waktu itu suhu bumi sedikit menurun.

Pendapat umum saat ini mengatakan bahwa suhu bumi naik akibat bertambahnya gas rumah kaca – terutama karbon dioksida – hasil aktivitas manusia. Namun menurut para narasumber dokumenter ini, pendapat tersebut salah. Mereka mengatakan bahwa memang ada hubungan antara naiknya suhu bumi dengan bertambahnya karbon dioksida, namun dengan hubungan sebab-akibat yang terbalik. Justru, karbon dioksida bertambah karena suhu bumi naik.

Kalau begitu, apa yang membuat suhu bumi naik? Jawab mereka: meningkatnya aktivitas matahari, sumber energi bumi. Pernyataan tersebut mereka perkuat dengan menampilkan data yang menunjukkan bahwa perubahan-perubahan aktivitas matahari dalam beberapa ratus tahun terakhir berbanding lurus dengan perubahan suhu bumi.

Film ini mengungkap sejarah bagaimana pemanasan global menjadi populer seperti sekarang. Dari Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher yang memerlukan justifikasi untuk mendirikan pembangkit listrik tenaga nuklir; ilmuwan-ilmuwan yang berlomba memperoleh dana riset; runtuhnya tembok Berlin membuat pendukung komunisme beralih menggunakan isu lingkungan hidup sebagai arena baru untuk menentang kapitalisme; para jurnalis yang harus membuat berita sensasional; dan besarnya peluang bisnis dan lapangan kerja yang tercipta dari pemanasan global.

Menurut para narasumber Global Warming Swindle, pemanasan global sekarang telah digunakan secara berlebihan sebagai legitimasi untuk banyak hal – baik maupun buruk. Salah satu yang buruk adalah mendorong negara berkembang untuk tidak menggunakan sumberdaya alam yang mereka miliki karena akan mengemisikan gas rumah kaca. Seorang aktivis lingkungan hidup dalam dokumenter ini menyayangkan mengapa Afrika yang memiliki minyak bumi dan batubara ditekan untuk menggunakan listrik dari tenaga matahari dan angin yang sangat mahal dan tidak handal.

Film dokumenter ini mendapat kritikan dan dinilai menampilkan data yang tidak benar oleh mereka yang berpendapat bahwa manusia yang menyebabkan pemanasan global. Sesuatu yang tidak mengejutkan, karena film dokumenter ini juga berpendapat serupa terhadap mereka yang mengkritiknya, termasuk terhadap Intergovernmental Panel on Climate Change, lembaga internasional yang dianggap sebagai narasumber utama dunia untuk pemanasan global. Bahkan dokumenter ini memuat protes seorang ilmuwan karena namanya dicantumkan sebagai penulis laporan IPCC padahal ia tidak setuju dengan isi laporan tersebut.

Tidak seperti film-film dokumenter lingkungan hidup lainnya, dokumenter ini tidak menampilkan pemandangan-pemandangan alam yang spektakuler ataupun binatang-binatang lucu, dokumenter ini juga tidak dinarasikan seorang bintang Hollywood. Yang ada di dalamnya adalah kisah tentang pemanasan global yang sama sekali berbeda dari yang biasa kita temui. Menontonnya akan membuat kita berpikir ulang apakah memang betul manusia penyebab pemanasan global. Toh, hingga saat inipun IPCC baru bisa mengatakan ’sangat mungkin’ manusia penyebabnya.” http://petualanganku.multiply.com/journal/item/104/Tak_semua_setuju_manusia_penyebab_pemanasan_global.

Kebohongan Global Warming

  1. Karbondioksida adalah polutan

    Karbondioksida merupakan gas non-toksik yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa yang penting bagi semua kehidupan di bumi. Semua tumbuh-tumbuhan hijau memerlukan karbondioksida untuk proses fotosintesis yang akan menghasilkan makanan bagi tumbuhan dan oksigen bagi manusia dan hewan. Dengan meningkatnya karbondioksida maka kecepatan pertumbuhan tanaman juga akan meningkat. Contohnya, meningkatnya konsentrasi karbondioksida di atmosfer dari 325 ppmv (parts per million by volume) pada tahun 1970 menjadi 375 ppmv saat ini, menjadikan hasil panen gandum Australia meningkat selama 30 tahun terakhir, yang merupakan bagian dari pengayaan karbondioksida.


  1. Abad ke 20 merupakan abad terpanas dalam sejarah dan dekade 1990-2000 merupakan yang terpanas

    Konferensi pers atas peluncuran Third Assessment Report oleh IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) menunjukkan grafik temperatur belahan bumi utara dari tahun 1000 sampai 2000, grafik ini dikenal sebagai Mann’s Hockey Stick. Dari tahun 1000-1900 temperatur belahan bumi utara digambarkan mendingin 0.2°C. Dari tahun 1900-2000 temperatur menghangat 0.6°C.

    Tujuan dari grafik ini untuk meligitimasi klaim bahwa pemanasan pada abad ke-20 merupakan kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya; yaitu karena emisi anthropogenik (ulah manusia) karbondioksida; yang menuntut kebijakan dekarbonisasi harus diimplementasikan secepatnya.

    “ Tapi, periode Medieval Warm Period, dari tahun 800 sampai 1300, periode yang cukup hangat dimana Vikings dapat mendirikan koloni di Greenland yang berlangsung selama 300 tahun, tidak dimasukkan kedalam grafik!!! Periode Little Ice Age dari tahun 1560 sampai 1850 juga dihapus dari grafik ini “.

    Medieval Warm Period ini merupakan fenomena global. Pada periode ini, Eropa menikmati kemakmuran pertanian dengan melimpahnya makanan dan pesatnya pertumbuhan populasi. Kala itu mereka membuat proses besar dibidang teknologi, penemuan seperti jam mekanik dan kincir angin, pendirian katedral besar, dan pembangunan kota dagang seperti Venice, Amsterdam, dan London. Merupakan suatu ironi bahwa para global warmers harus menghapus era yang luar biasa ini dari kampanye mereka.

  2. Bukti yang menyatakan emisi anthropogenik (ulah manusia) karbondioksida menentukan pemanasan saat ini


Jika kita memplotkan temperatur global dan konsentrasi karbondioksida di atmosfer pada periode 1970-2000, kita akan mendapatkan korelasi yang beralasan, dan tampak masuk akal untuk mengatakan bahwa emisi anthropogenik yang menyebabkan pemanasan global. Korelasi yang baik tidak membuktikan sebab akibat antar dua variable, dan yang lebih penting, jika kita memperluas skalanya dan memplotkan konsumsi bahan bakar fosil (yang mewakili emisi anthropogenik) dengan perubahan temperatur dari 1860 sampai 2000, kita akan melihat tidak ada korelasi sama sekali. Perhatikan grafik ini!!!

Perhatikan disini temperatur global meningkat dari 1860 sampai 1875, kemudian mendingin sampai 1890, meningkat sampai 1903, turun sampai 1918, dan meningkat drastis sampai 1941-42. Kita lalu mengalami pendinginan yang panjang sampai 1976, tahun dimana Pasific Climate Shift, dan sejak itu temperatur meningkat kira-kira 0.4°C. Tidak ada korelasi antara kurva temperatur dan kurva anthropogenik CO2 selama lebih dari 140 tahun.


  1. Konsensus ilmiah yang menyatakan emisi anthropogenik CO2 telah menyebabkan pemanasan global yang signifikan dan harus segera dibatasi untuk mencegah malapetaka di masa depan

    Beberapa hari sebelum COP (Conference of the Parties), sebuah pertemuan negara-negara yang meratifikasi UNFCCC (United Nation Framework Convention on Climate Change), yang diselenggarakan di Buenos Aires Desember 2004, Jurnal Science dipublikasikan Dr Naomi Oreskes, professor di University of California di San Diego. Dia mengklaim telah menganalisis abstrak – menggunakan keywords ‘climate change’- dari semua paper ilmiah yang terdaftar pada ISI database pada dekade 1993-2003. Tujuh puluh lima persen dari 928 abstrak yang dia analisis (yaitu 695) masuk kedalam kategori ‘baik secara implisit atau eksplisit menerima pandangan konsensus’. Untuk pertama kalinya bukti empiris menunjukkan kebulatan suara dengan konsensus terhadap emisi anthropogenik pada global warming.

    Dr Benny Peiser dari John Moores University di Liverpool memutuskan untuk meniru studi ini. Dia menemukan bahwa pencarian pada ISI database menggunakan keyword ‘climate change’ dari tahun 1993-2003 menunjukkan hampir 12.000 paper yang dipublikasikan dipertanyakan. Orekes kemudian mengakui bahwa dia menggunakan keywords ‘global climate change’. Hal ini mengurangi paper yang di-review menjadi 1247 yang mana yang telah diabstrakkan berjumlah 1117.
    Dari 1117 abstrak, hanya 13 (1%) yang secara eksplisit mendukung ‘pandangan konsensus’. Tiga puluh empat abstrak ditolak atau dipertanyakan tentang pandangan bahwa manusia adalah pendorong utama ‘pemanasan selama lebih dari 50 tahun pengamatan’.
    Orakes mengklaim bahwa ‘tidak ada satupun paper yang menentang [bahwa climate change saat ini alami]. Tapi, 44 paper menekankan bahwa faktor alam memainkan peranan penting ,jika tidak, merupakan kunci dari climate change saat ini.


    Dr Preiser mengirim surat ke Science untuk memuat hasil investigasinya. Science menolak untuk mempublikasikannya.

    Hendrik Tennekes, ahli fisika turbulen dunia, yang baru pensiun dari Director of Research, Royal Netherlands Meteorological Institute: “ Kekolotan para ahli climate menyebabkan kesalahpahaman yang disebabkan oleh pembicara, seperti yang dilakukan IPCC, tentang dasar ilmiah Climate Change. Karena itu, saya merespon ideology itu dengan menyatakan bahwa tidak mungkin fisika dapat menghasilkan dasar ilmiah yang dapat diterima secara universal untuk digunakan untuk mengambil kebijakan tentang climate change “.

    Garth Paltridge dari Australia, ilmuan terkemuka yang telah pensiun dari jabatannya sebagai Director of the Antarctic CRC and IASOS di University of Tasmania, berkomentar: “ Tiap laporan [IPCC Assessment Report] diutarakan dengan cara tertentu agar tampak lebih meyakinkan dibandingkan laporan terakhir bahwa pemanasan rumah kaca berpotensi menyebabkan bencana kemanusiaan. Keyakinan itu tidak berasal dari cabang ilmu manapun. Tapi itu merupakan fungsi dari betapa kuatnya pernyataan tentang global warming diutarakan tanpa mendapat sanggahan dari komunitas ilmuan. Selama bertahun-tahun, opini dari komunitas itu telah dimanipulasi setidak-tidaknya mendukung secara pasif kampanye untuk mengisolasi – dan tentu saja memperburuk – keraguan ilmiah diluar pusat aktifitas IPCC. Audiens telah diposisikan untuk menerima. Dengan demikian mereka secara bertahap menjadi lebih mudah untuk menjual bencana efek rumah kaca”.


  1. Emisi anthropogenik CO2 dan penyebab global warming yang lain bertanggung jawab tidak hanya pada peningkatan temperatur dan kekeringan, tapi juga terhadap meningkatnya badai salju, salju yang tidak pada musimnya, dan cuaca yang membekukan. Mereka juga bertanggung jawab terhadap meningkatnya jumlah angin topan.

    Tahun-tahun belakangan ini Amerika Utara, UK, dan Eropa Utara mengalami musim dingin yang parah (tapi tidak separah musim dingin 1946-47), menyebabkan cerita global warming mulai terlihat usang. Sehingga kata ‘climate change’ menggantikan global warming, dan penjelasan diletakkan di awal untuk menjelaskan mengapa peningkatan emisi anthropogenik CO2 dapat menyebabkan musim dingin yang parah dan juga musim panas yang terlalu panas. Puncak kampanye ini adalah film The Day After Tomorrow yang memperlihatkan New York dibanjiri salju dan es ketika global warming memicu datangnya jaman es berikutnya.

    Salah satu argumen yang sering dipakai adalah berhentinya arus teluk (Gulf Stream) oleh global warming beserta akibatnya yang menghebohkan seluruh Eropa. Carl Wunsch, Professor of Physical Oceanography pada MIT dan ahli kelautan dunia menyatakan: “ Satu-satunya cara untuk menghasilkan sirkulasi laut tanpa arus teluk adalah dengan cara mematikan sistem angin atau menghentikan rotasi bumi, atau keduanya “

    Beberapa bulan lalu (artikel ini dirilis Februari 06) di Florida, Louisiana dan Texas muncul beberapa angin topan besar. Katrina, khususnya, menyebabkan kerusakan yang luar biasa di New Orleans. Sekali lagi para global warmers dengan cepat menyalahkan ini semua pada global warming dan emisi anthropogenik. Swiss Re dan Munich Re adalah dua perusahaan asuransi besar yang melakukan semua yang mereka bisa untuk mendukung argumen yang menyatakan anthropogenik CO2 sebagai biang keladinya.
    Tidak ada bukti yang mendukung hal ini. Tidak ada korelasi antara kejadian dan keparahan angin topan dengan konsentrasi CO2 di atmosfer.

    Pembayaran klaim asuransi tentu saja meningkat. Hal ini karena warga Amerika bermigrasi ke daerah selatan yang lebih hangat. Florida mempunyai populasi 20 juta jiwa dan nilai real estate di daerah ini juga tentu ikut meningkat.

  2. Karena emisi anthropogenic, es kutub mencair dan permukaan laut meningkat. Peningkatan permukaan air laut dapat menenggelamkan negara-negara yang berada di Pasifik dan Samudra Hindia (gw – wah jg2 indonesia juga)

    Sebelum pertemuan AP6 di Sydney pada 11-12 Januari 06 (the Asia Pacific Partnership on Clean Developtment and Climate, APPCDC), permintaan perhatian dilakukan oleh perwakilan Pacific Island States. AOSIS (Alliance of Small Island States) mengklaim, karena global warming, permukaan air laut meningkat, pulau-pulau mereka kini berada di bawah permukaan air, dan permintaan khusus kepada Pemerintah Australia adalah untuk memberikan visa permanen kepada warga negara tersebut.

    Masalahnya adalah tidak ada bukti yang mendukung klaim mereka. The South Pacific Sea Level and Monitoring Project, menemukan tidak adanya bukti kenaikan permukaan air laut.

    Morner dan timnya melakukan investigasi yang mendalam pada klaim yang dibuat oleh IPCC bahwa Pulau Maldive di Samudra Hindia beresiko atas kenaikan permukaan air laut yang dipercepat oleh global warming. Dia menemukan bukti kuat bahwa permukaan air laut di pulau Maldive turun selama 30 tahun terakhir, dan dulunya pulau tersebut beserta penghuninya selamat dari peningkatan permukaan air laut. Yang jarang disinggung yaitu bahwa banyak dari pulau ini berada dekat perbatasan lapisan kerak bumi, yang pergerakannya bertanggung jawab atas naik turunnya pulau tersebut terhadap permukaan air laut.

    Global warmers berpendapat kenaikan permukaan air laut disebabkan oleh mencairnya es kutub dan oleh karena itu permukaan air laut juga meningkat. Tampaknya para global warmers tidak mengerti bahwa Es Arctic mengapung di laut Arctic, yang menghasilkan perbedaan kecil apakah ini berada pada bentuk es atau bentuk cair. Bentuk es (padat) mempunyai kepadatan 90% dari bentuk cair dan mengapung di dalam air.

    Kapanpun tayangan tentang kenaikan permukaan air laut muncul di TV, kita melihat gunung es lahir dari retakan lapisan es. Kita tidak melihat salju turun diatas lapisan es Antarctic beberapa ribu meter tingginya di atas permukaan laut dimana temperaturnya jarang sekali berada di atas titik beku. Pengamatan satelit pada lapisan es Greenland menunjukkan penebalan bukan pengurangan, dan lapisan es Antarctic mendekati keseimbangan.

  3. Kecuali emisi anthropogenik CO2 dikurangi 50-60 persen dari tingkat yang sekarang pada tahun 2050, maka pada tahun 2100 anak cucu kita akan menahan temperatur global antara 1.4 sampai 5.8°C lebih panas dari sekarang

    Klaim ini berdasarkan proyeksi yang berasal dari model yang dijalankan oleh computer canggih yang ditujukan untuk mensimulasikan respon atmosfer terhadap perubahan konsentrasi CO2. Klaim bahwa computer dapat melakukan ini dan menghasilkan hasil yang berarti dianggap omong kosong oleh ilmuan dalam bidang mekanika cairan, numeric modelling sistem kompleks, dan dalam bidang iklim.

    Misalnya, Hendrik Tennekes, menulis: “ tugas untuk menemukan semua mekanisme umpan balik non linier dalam mikrostruktur keseimbangan radiasi mungkin seperti mencari jarum dalam jerami. Ketaatan buta pada ide miring bahwa model iklim dapat dihasilkan mendekati aslinya melalui simulasi iklim adalah alasan utama mengapa saya tetap skeptis pada climate change. Dari latar belakang saya dalam bidang turbulensi saya menunggu hari hari dimana model iklim akan dijalankan dengan resolusi kurang dari satu kilometer. Masalah ramalan mengerikan dari aliran turbulen kemudian akan menurun pada ilmu iklim sebagai balas dendam”.

    Reid Bryson, Emeritus Professor di University of Winconsin, dan dianggap oleh banyak ahli klimatologi sebagai ‘bapak klimatologi’ menulis: Sebuah model tidak lebih dari pernyataan formal tentang apa yang dipercaya si pembuat model mengenai bagian dunia yang dikerjakannya mungkin butuh bertahun-tahun sebelum kapasitas pengetahuan manusia dan computer cukup untuk membuat simulasi yang beralasan… model yang digunakan mempunyai kesalahan yang sama, tapi hal ini tidak mengejutkan, karena pada dasarnya model yang satu adalah cloning dari yang lain”

    Bill Kininmonth dari Australia, direktur dari the National Climate Centre dari tahun 1986 sampai 1998 menulis: “Kemampuan yang tampak pada computer model untuk mensimulasikan temperatur permukaan global dari abad 20 muncul dengan banyak asumsi dan kelemahan. Walupun IPCC membela diri, tidak mustahil untuk mengisolasi gas rumah kaca anthropogenik sebagai penyebab (atau bahkan penyebab utama) untuk mengamati pemanasan pada dua dan paruh dekade abad 20. Peningkatan glasier gunung sampai pertengahan abad 19, dan keberadaan mereka mundur, menunjuk ke arah proses alam skala besar yang secara sistematis mempengaruhi sistem iklim dalam jangka waktu yang lama. Apakah sistematis proses adalah proses internal iklim atau sebuah akibat dari luar, atau kombinasi keduanya, tidak dapat ditentukan dengan tingkat kepercayaan berapapun berdasarkan data dan alat analisis yang ada. Sudah sewajarnya, respon sensitif dari temperatur bumi terhadap serangan gas rumah kaca tidak dapat diskalakan dengan merekomendasikan kepada besarnya peningkatan temperatur global saat ini dan serangan dari gas rumah kaca anthropogenik seperti yang ditunjukkan dalam simulasi model komputer dari abad ke 20”

  4. Penyakit daerah tropis seperti malaria dan Demam Berdarah Dengue akan menyebar ke daerah beriklim sedang

    Dalam kebohongannya, klaim yang satu ini mengherankan. Segera setelah IPCC mengeluarkan argumen ini pada tahun 1995, diantara sekian banyak kasus, kasus Oliver Cromwell yang meninggal karena malaria di London pada September 1658 pada periode dingin yang istimewa di Inggris dijadikan alasan. Paul Reiter, mantan Chief of the Entomology Section, Dengue Section, di US Centre for Disease Control and Prevention di San Juan, dan sekarang pada Pasteur Institute di Paris menulis tentang malaria di Inggris dan Eropa Utara selama abad ke 17. Diskusinya tentang malaria memberikan pengetahuan yang sangat menarik tentang resiko hidup di daerah berpaya-paya seperti di daerah Westminster dan di muara pesisir Thames.
    Profesor Reiter berkomentar atas diskusi malaria dalam Second Assessment Report-nya IPCC:

    Literature ilmiah tentang penyakit yang disebabkan nyamuk sangatlah banyak, namun referensi babnya terbatas pada artikel ringan, banyak yang malah tidak jelas, dan hampir semuanya memberi kesan meningkatnya angka kejadian penyakit ini pada iklim yang menghangat. Kekurangan informasinya tidaklah mengejutkan : belum ada peneliti yang menulis riset paper tentang masalah ini! Lebih lagi, 2 dari penulis yang adalah dokter, telah menghabiskan hampir seluruh karirnya sebagai aktivis lingkungan. [salah satunya telah mempublikasikan artikel ‘profesional’ sebagai ‘ahli’ dalam 32 bidang, mulai dari keracunan merkuri sampai ranjau darat, globalisasi sampai alergi, dan virus West Nile sampai AIDS]

    Salah satu penulis yang berkontribusi adalah seorang entomologi, yang juga seorang yang menulis artikel yang tidak jelas tentang DBD dan El Nino, tapi yang paling menarik adalah artikel tentang keefektifan helm pada kecelakaan motor (ditambah satu paper tentang efek telepon seluler pada kesehatan).

    Reiter menunjukkan bahwa malaria dan penyakit tropis lainnya membutuhkan kondisi-kondisi tertentu selain temperatur dalam penyebarannya. Contohnya, dia telah menganalisis perbatasan Texas-Meksiko, dimana DBD lazim ditemukan di Meksiko dan jarang di Texas meskipun kondisi lingkungannya mirip. Yang membedakan hanyalah kondisi kehidupannya.

  1. Mematikan pembangkit listrik tenaga batubara dan menggantinya dengan sumber yang dapat diperbaharui seperti kincir angin dan tenaga matahari(atau bahkan tenaga nuklir) tidak akan menyebabkan kerugian ekonomi

    Ahli lingkungan bertahan menolak dampak ekonomi yang disebabkan dekarbonisasi. Di satu pengertian khusus mereka secara teoritis benar. Jika kita semua secara sukarela naik sepeda daripada motor; jika kita mau aliran listrik hanya mengalir di saat angin bertiup saja; jika kita siap untuk tidak memakai pupuk dan traktor lagi; jika kita siap untuk hidup seperti jaman nenek moyang kita dahulu di abad ke 19; kita semua masih dapat bekerja, walaupun bekerja di malam hari akan menjadi sulit karena tidak adanya listrik.

    Harga yang harus dibayar Australia jika membuang energy listrik berbasis batubara adalah sebagian besar industri ekspor akan mengalami kematian, yaitu pertambangan, pengolahan metal, pertanian, dan pengolahan makanan, yang membutuhkan energi besar dan menghasilkan untung dari penghematan energy. Energi berbasis batubara di Australia seharga $30-$40 per megawatt jam (MWh). Tenaga nuklir seharga $70-$80 per MWh, dua kali lipatnya. Kincir angin, yang menghasilkan listrik hanya jika angin bertiup, seharga $80-$130 per MWh, dan membutuhkan backup yang dapat diandalkan dan tentu saja menjadi tidak ekonomis. Energy matahari seharga antara $300-$500 per MWh dan tersedia hanya jika matahari bersinar.

    Sejumlah ekonom (di Australia) telah menaiki kereta global warming dalam rangka mempromosikan yang mereka sebut mekanisme pasar untuk mereduksi emisi karbon. Perdagangan emisi merupakan proposal yang murah. Semua rencana kotor ini berbeda-beda di pasaran, misalnya lisensi taksi. Setiap kota besar di Australia mempunyai lisensi yang membatasi jumlah taksi yang beroperasi. Hal ini menciptakan faktor tambahan yang meningkatkan nilai lisensi taksi, dan lisensi ini diperdagangkan dengan total order $250.000. Jika peraturan yang menyatakan pengemudi taksi harus memiliki lisensi dihapuskan, nilai lisensi akan menjadi nol.

    Lisensi ini menimbulkan pajak yang harus dibayar oleh pengguna taksi. Lisensi emisi untuk pembangkit energi atau kilang minyak akan dijalankan dengan cara yang sama. Yang tidak diketahui adalah seberapa besar pajak pada emisi karbon akan ditetapkan supaya pengguna listrik mau mengurangi konsumsi listrik mereka sampai batas yang ditetapkan. Contoh pengguna listrik besar misalnya peleburan aluminium dan pupuk tanaman, akan memindahkan perusahaan mereka ke negara lain. Perusahaan automobile Australia, yang sudah terancam oleh kompetisi internasional, akan ditutup. Dan efek dominonya akan menyebar ke seluruh ekonomi Australia menyebabkan pengangguran pada sektor industri pada awalnya dan kemudian merambah ke sektor lain (penulis artikel ini dan organisasinya berasal dari Australia).

    Dampak ekonomi tersebut juga akan berdampak pada politik. Tidak akan ada pemerintah yang memperkenalkan pajak karbon ini yang akan menang di pemilu, sementara itu dampak yang dibawa akan berlangsung lama.

    Kesimpulan 9 kebohongan Global Warming :
    Penipuan global warming telah menjadi peristiwa ilmiah paling luar biasa setelah periode perang. Begitu banyak orang, dan institusi, telah terperangkap dalam jaring ketidakjujuran, terkuasai pikirannya oleh aktivis lingkungan melalui NGO (non government organization) dan manipulasi mereka pada proses-proses IPCC, bahwa integritas ilmiah barat pada kondisi beresiko serius. Pembongkaran jaring ini akan menyebabkan banyak individu kehilangan reputasinya, tapi yang lebih penting, dalam merestrukturisasi institusi-institusi ilmiah yang telah mengikatkan reputasi mereka pada IPCC. Masalah tersebut sekarang menjadi agenda politik.

    diterjemahkan secara bebas dari (http://acw86.multiply.com/reviews/item/12)

Dampak isu Global Warming ( yang diuntungkan dan dirugikan ) :

Amerika

Mayoritas pertumbuhan emisi di dunia maju berasal dari pesatnya industralisasi sejak era revolusi industri. AS dengan ekonomi senilai 14 trilyun dolar adalah sumber polusi terbesar dan selalu mengelak untuk turut serta dalam perjanjian penurunan emisi global. Pengurangan emisi bagi dunia Barat adalah pengurangan produksi yang bisa menghancurkan industri mereka. Pengurangan konsumsi bagi dunia barat ibarat praktik syirik bagi umat Islam. Demikian pula, tingkat konsumsi bahan bakar fosil di dunia maju jauh lebih besar ketimbang negara berkembang. Berkurangnya sumber daya alam tidak terbarukan adalah akibat konsumsi AS yang besarnya 5 kali lipat dari semua negara-negara lainnnya. Pemanasan global adalah akibat industralisasi dunia Barat yang hanya terpaku pada kenaikan untung. Meskipun sudah ada teknologi yang mengarah kepada emisi yang bersih, harganya masih mahal dan tidak laku dijual. Cina dan India baru tumbuh dalam 20 tahun terakhir dan pemanasan global sudah terjadi sebelumnya. AS yang getol mengkambinghitamkan Cina dan India adalah usahanya untuk meredam laju pertumbuhan kedua negara tersebut.

Indonesia

Demi mengurangi gas buang karbon di dunia, negara maju memberikan kompensasi bagi negara berkembang yang mampu menekan emisi gas karbonnya. Hitungan rata-ratanya US $ 10 per ton karbon. Ini disebut carbon trading. Indonesia berpeluang besar untuk terlibat dalam perdagangan karbon ini.
Bila dihitung potensi penjualan dari 25% saja emisi karbon Indonesia, bisa memperoleh dana sekitar US $ 300 juta atau Rp 3,3 Triliun.Hal tersebut disampaikan oleh Prasetyadi Utomo, Sekretaris Komisi Nasional Mekanisme Pembangunan Bersih (Komnas MPB), saat berbincang di acara Green Talk, 89.2 FM Green Radio.

Pusat Perbelanjaan

Dengan adanya isu pemanasan global, pusat – pusat perbelanjaaan berlomba – lomba mencari cara untuk meningkatkan penjualannya. Salah satu cara yang digunakan ialah degan menjual kantong belanja yang menggunakan bahan ramah lingkungan seperti strategi yang dilakukan oleh pusat perbelanjaan Carefour yang menjual Green Bag seharga Rp. 10.000 /kantong ( http://www.mediakonsumen.com/Artikel4016.html ).

Perusahaan Manufaktur
Perusahaan – perusahaan manufaktur seperti produsen otomotif banyak menggunakan isu pemanasan global dan pelestarian lingkungan untuk meningkatkan penjualan produknya.


Jurnalis

Tidak bisa dipungkiri isu global warming telah menyihir seantero dunia dan menyebabkan munculnya rasa takut akan akibat yang ditimbulkan oleh pemanasan global sehingga mendorong masyarakat untuk mencari berita dan informasi yang berkaitan dengan isu ini. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari peran para jurnalis, berita yang dimuat tentu saja akan mendapat perhatian dari kelompok masyarakat yang antusias terhadap perkembangan info dan berita pemanasan global.

*********************

KESIMPULAN :

Jika kita cermati ada benang merah antara kedua kubu yang berbeda pendapat ini, yaitu sama – sama menerima bahwa telah terjadi peningkatan suhu di permukaan bumi, namun mereka berbeda pendapat mengenai penyebabnya. Kubu pertama beranggapan bahwa penyebabnya adalah manusia, sedangkan kubu kedua beranggapan bahwa hal ini hanya fenomena alam biasa.

Sampai saat ini, kedua kubu masih memegang teguh pendapatnya masing – masing. Sebagai mahluk ciptaan ALLAS SWT yang diberikan amanah oleh-NYA untuk menjaga dan melestarikan kekayaan alam di bumi dan dilangit, sudah selayaknyalah bagi kita untuk bertanggung jawab terhadap amanah tersebut. Menggunakan sumber daya alam dengan bijak dan tidak berlebihan serta memperhatikan kelestarian lingkungan adalah cara yang paling tepat untuk dilakukan karena sesuatu yang berlebihan tentu hasilnya juga tidak baik. Tidak ada salahnya bagi kita untuk tetap berhemat dan bijak dalam menggunakan sumber daya alam yang ada terlepas dari ada atau tidaknya isu pemanasan global.

Download materi - materi Statistik Industri


Berikut ini materi - materi mata kuliah Statistik Industri II
yang diajarkan pada semester IV Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri
Universitas Islam sultan Agung Semarang



Statistik industri II

Statistik Industri 2 ( REGRESI GANDA )

Statistik Industri 2 (Chi-Square )

Statistik Industri 2 (CHI-SQUARE DAN UJI F UNTUK UJI VARIANS)

Statistik Industri ( non parametrik )

StatistikIndustri 2 ( Inferensi )


Semoga bermanfaat buat sobat semua dan semoga Allah swt juga meridhoi ilmu ini untuk kita amalkan bersama,amien...jazakillah khoiron katsir.

PKS JUAL DIRI ?


SABTU, 16 MEI 2009
SEMARANG, Aderafiansyah -- Berbicara mengenai jual diri konotasinya negatif, menjual diri rasanya tidak jauh berbeda dengan menjual kehormatan. Bagi manusia kehormatan adalah sesuatu yang sangat berharga, orang bisa melakukan apa saja karena sebuah kehormatan. PKS jual diri, setidaknya itu adalah tag line berita di sebuah media elektronik tidak lama setelah pendeglarasian pasangan SBY - Boediono sebagai Capres dan Cawapres pada pilpres 2009 mendatang. Kenapa disebut menjual diri ?
Istilah ini muncul di sinyalir hanya sebagai strategi menarik minat dan perhatian publik untuk mengetahui, kata ini sejatinya di gunakan untuk menggambarkan sikap PKS yang terkesan plin plan dan tarik ulur dalam menentukan arah kebijakan koalisinya dengan partai demokrat. Dalam sepekan terakhir suasana antara PKS dan Demokrat cukup memanas. Pemilihan Boediono sebagai Cawapres mendampingi SBY secara sepihak, oleh PKS dianggap bertentangan dengan etika koalisi diantara kedua paratai tersebut. Bagi PKS Boediono dianggap kurang layak menjadi seorang wapres, walaupun pernyataan ini sempat di"ralat"kembali oleh pimpinan PKS ketika menyatakan kembali berkoalisi dengan Partai demokrat. Menurut PKS, pemilihan Boediono sebaiknya di konsultasikan dulu dengan partai - partai peserta koalisi, harus ada komunikasi yang baik dan saling menghargai antara PKS dan SBY dalam hal ini. Boediono dianggap tidak memiliki kriteria yang sesuai dengan yang disyaratkan oleh PKS, selain itu Boediono merupakan seorang profesional atau teknokrat sedangkan jabatan wapres merupakan jabatan politik, sehingga sebaiknya capres harus berasal dari parpol untuk menjaga kesetabilan pemerintahan dan parlemen. Sedikitnya terdapat tiga point yang menjadi tuntutan PKS terhadap kriteria Capres & cawapres yang ideal, diantaranya ialah :
1. Capres - Cawapres adalah nasionalis dan Religius Islami
Sebagai contoh pada saat Megawati berpasangan dengan Hazim Muzadi, SBY dan JK yang dianggap
sebagai perpaduan islami dan Nasionalis.
2. Capres - Cawapres adalah Jawa dan Luar Jawa
Umumnya yang menjabat sebagai pimpinan negara adalah orang jawa sehingga sebagai bentuk keadilan dan
pemerataan, keterwakilan orang luar jawa di perlukan dalam hal ini.
3. Capres - Cawapres adalah militer dan sipil
point ketika ini sudah dapat dipastikan dimiliki oleh pasangan SBY - Boediono.

Namun sayang, SBY telah mengetukkan palu dan menyatakan bahwa Boediono akan menjadi pendampingnya sebagai Cawapres di Pilpres mendatang. Sikap SBY dan PD ini menbuat PKS " kalang kabut ", bahkan sempat mengancam untuk keluar dari koalisi jika SBY tidak merubah pilihannya tersebut. PKS sendiri mencalonkan Hidayat nur wahid sebagai Cawapres pasangan SBY. Namun sayang semua hal ini ditanggapi "dingin "oleh SBY, hanya melalui beberapa pimpinan PD, PKS mendapat penjelasan tentang keputusan tersebut. Sikap dingin dan cuek SBY terhadap PKS menjadikan suasana semakin panas. Bahkan JK- Wiranto sempat melakukan lobi - lobi dan pembicaraan seputar masalah ini, rupanya kubu JK ingin memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menarik hati PKS dan beberapa partai hijau lainnya yang bernasib sama dengan PKS, mengingat jika suara partai – partai hijau ini bisa direbut maka akan terjadi peningkatan jumlah suara yang sangat signifikan bagi kubu JK – Wir.
Sampai sehari sebelum acara deklarasi dimulai, SBY belum juga menunjukkan tanda akan merubah keputusannya. Tentu saja hal ini menimbulkan sedikti kebingungan di kubu PKS. Apakah PKS akan memilih kembali ke koalisi atau membentuk koalisi baru akibat kekecewaan terhadap pola komunikasi yang dibangun oleh SBY.
Nampaknya PKS saat itu harus segera mengeluarkan keputusan apakah akan keluar dari koalisi ataukah membentuk poros baru dan atau bergabung dengan kelompok lainnya. Akhirnya sore sebelum SBY mendeglarasikan dirinya dan Boediono, PKS mengadakan pertemuan dengan SBY dalam rangka meminta penjelasan langsung dari SBY terkait masalah ini. Pertemuan yang menurut pengakuan Tifatul Sembiring, presiden PKS berlangsung lebih kurang satu jam, yang menurut beberapa wartawan hanya 30 menit saja.
Apa yang terjadi ?
Akhirnya saat yang ditunggu – tunggupun tiba, ketika acara di sabuga akan digelar beberapa menit sebelum SBY dan Boediono memasuki ruangan, Tifatul Sembiring presiden PKS memasuki ruangan disambut oleh riuh para penonton. Disini sangat terlihat betapa PKS terlalu “menjual dirinya “, kenapa tidak ?Jika seandainya akan berujung seperti ini kenapa harus menunggu memberikan keputusan beberapa menit sebelum acara deglarasi dilakukan, kenapa tidak memberikan keputusan saat Pimpinan PD menyampaikan alasan SBY memilih Boediono ? Toh jawaban yang diberikan oleh mereka kurang lebih sama dengan yang diberikan oleh pimpinan PD tersebut. Padahal saat menyampaikan pidatonyapun SBY juga menyampaikan alasan – alasan memilih Boediono, lantas kenapa PKS tidak memberikan keputusan setelah mendengar pidato SBY saja ? Toh hasilnya sama.
Ada apa dengan PKS ? partai yang sangat getol dan sangat menolak pencalonan Boediono sebagai pendamping SBY malah sesaat setelah mendengar penjelasan SBY menjadi luluh. apa yang terjadi ?
Hal ini mengesankan PKS cari “perhatian” SBY. Disinilah yang justru mulai mengesankan PKS sebagai partai yang tidak konsisten dan cenderung mencari “jatah” kursi, seperti yang di tuduhkan oleh beberapa pihak, bukannya menjadi pahlawan justru sebaliknya PKS menjadi bulan – bulanan tuduhan miring para skeptor di forum – forum dan milis – milis di internet. Sungguh memprihatinkan. Idealisme PKS sebagai partai yang berdaulat dan mencerminkan sikap pimpinan muslim sungguh tidak terlihat kali ini. Rasa – rasanya Idealisme telah terkalahkan dengan Pragmatisme di tubuh PKS sendiri, inilah titik kehancurannya.
Apa Yang akan Terjadi ?
Setelah melihat manuver – menuver PKS sepekan ini dan berakhir dengan keputusan memilih kembali berkoalisi secara “terpaksa” dengan Demokrat. Bisa diprediksi akan banyak kader – kader di akar rumput yang kecewa dan bergejolak, yang artinya akan terjadi penurunan suara yang signifikan. Akan banyak simpatisan dan kader yang menyatakan vakum “ berjuang ”atau bahkan keluar dari PKS. Rasa – rasanya pencitraan yang telah dibangun dengan baik selama ini, akhirnya rusak sudah di arena Sabuga semalam.
Saya pribadi sebagai simpatisan merasa kecewa dengan sikap PKS, saya hanya dapat berharap Allah SWT menunjukkan jalan yang benar, menjauhkan PKS dari pimpinan - pimpinan yang telah terkontaminasi oleh kepentingan individu - individu yang tidak sejalan dengan arah perjuangan PKS sejak awal.

SBY - Boediono Benarkah Skenario Amerika Menjual Indonesia ?


Boediono Pesanan Amerika
Sunday, 06 July 2008
Tabloid Suara Islam EDISI 42, Tanggal 18 April - 1 Mei 2008 M/11 - 24 Rabiul Akhir 1429 HKursi Gubernur Bank Indonesia kembali diserahkan kepada Mafia Berkeley. Rencana penjualan BUMN jalan terus, sementara di tengah bayang-bayang resesi dunia, pemerintah menutup-nutupi kebobrokan ekonomi dengan permainan statistik.
Dradjad Wibowo masih bercanda dengan beberapa orang warta-wan ketika bel tanda dimulainya kembali sidang paripurna DPR berdering, Rabu (9/4) lalu. Maklumlah, DPR sedang lari maraton sebelum reses tahun ini. Maka, meskisudah lewat waktu makan siang, paripurna dilanjutkan lagi. Kali ini dengan agenda pandangan Komisi XI atas hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono. Anggota Fraksi PAN itutampak sedang mencoba menutupi kerisauan hatinya. Sebab, dialah satu-satunya anggota komisi XI yang tak setuju diangkatnya Boediono sebagai Gubernur BI
. Selama uji kelayakan dan kepatutan Senin (07/4) lalu, hanya dia pula yang benar-benar menguji calon tunggal pemerintah itu. Mayoritas anggota Komisi XI malah menyelipkan pujian basa-basi dan tak bermutu kepada Boediono. Padahal ketika nama Boediono disorongkan Presiden sebagai calon tunggal setelah ditolaknya mantan Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo dan Wakil Direktur Utama Perusahaan Pengelola Aset Raden Pardede, partai-partai mengaku kecewa. Bahkan Fraksi PDI Perjuangan, menen-tang pengajuan calon tunggal ini. “Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak demokratis dan ingin memaksakan calonnya,” kata Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo. Pertemuan beberapa anggota komisi XI pun digelar. Mereka bahkan sepakat menjegal Boediono. Kabarnya, Fraksi PDIP mendapat titah langsung dari Taufiq Kiemas, suami Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk meng-hempang jalan Boediono. Mereka berharap Presiden mengajukan calon lain, jika fit and proper test. Nama yang masuk bursa calon mereka adalah ekonom dan mantan menteri Rizal Ramli. Tapi skenario penjegalan itu kandas beberapa jam kemudian, ketika Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meng-gelar jamuan untuk
para anggota Komisi XI di Rumah Daksa, tempat yang biasa disewa selebritas untuk berpesta, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dengan tajuk perkenalan calon Gubernur BI yang baru, hampir semua anggota Komisi XI hadir Selasa malam (8/4) lalu. Dalam jamuan makan itu, Sri Mulyani, “promosi abis” soal Boediono. Padahal, ia bukan orang baru. Sebelum menjadi Menteri Koordinator Perekonomian, ia pernah menjadi Menteri Keuangan, Kepala Bappenas dan juga Direktur Bank Indonesia. Tapi rupanya promosi harus diambil alih Sri Mulyani. Selain Boediono terlalu santun jika tak bisa dikatakan lamban lelaki itu pula tumpuan harapan pemerintah dan Mafia Berkeley agar tetap eksis. Menurut Sri Mulyani, jamuan makan di Rumah Daksa ini hanya pertemuan silaturahmi. “Ini komunikasi untuk memperkenalkan Pak Boediono sebagai calon gubernur,” ujarnya. Tapi, seorang sumber Suara Islam mengatakan, malam itu semua sudah clear. Semua mem-persilakan Boediono menjadi Gubernur BI. “Fit and proper test di Senayan hanya formalitas,” ujarnya. Tapi tentu tak ada makan malam gratis. “Hujan cukup
merata tadi malam,” kata sumber Suara Islam mengutip ucapan seorang anggota Komisi XI. Maksudnya, semua
yang hadir kecipratan hujan amplop tuan rumah. (Lihat Nasional, DPR: Dewan Pengutip Rupiah, halaman 15) Maka ketika fit and proper test berlangsung, hanya Dradjad yang meng-kritik dan meminta Komisi XI tidak memilih Boediono. Menurut Dradjad, Boediono adalah ekonom yang menganut paham liberal dan konservatif ala konsensus Washington. “Konsep ini tidak lagi cocok dengan kondisi saat ini,” ujarnya. Menurut Dradjad, Indonesia butuh kebijakan ekonomi berbasis fiskal dan moneter yang pro rakyat. Untuk itu, BI harus dipimpin orang-orang dengan trackrecord bersih dan berani. Dradjad menolak keputusan diambil secara aklamasi, maka voting tertutup digelar. Dari 46 anggota Komisi XI yang hadir, 45 orang memilih Boediono. Hanya satu orang yang menolak. “Apa daya saya hanya sendirian,” kata Dradjad. Maka guru besar Fakultas Ekonomi UGM ini dinyatakan terpilih sebagai Gubernur BI periode 2008-2013. Boediono adalah Gubernur BI ke delapan. Kepentingan Mafia Berkeley Tentu saja keputusan Komisi XI memilih Boediono dikecam berbagai pihak. Menurut pengamat ekonomi Kwik Kian Gie, kapabilitas Boediono tak mengesankan. “Boediono itu orang biasa yang tidak mempunyai pemikiran dan arah kebijakan yang jelas,” kata mantan Menteri Negara Perencanaan Pem-bangunan Nasional/Kepala Bappenas era Presiden Megawati itu. Kwik menilai, Menteri Keuangan di era Presiden Megawati itu, tidak memahami sektor riil. Yang dibutuhkan BI adalah orang-orang muda, yang tidak hanya mengerti urusan teknis, tetapi juga mampu menciptakan navigasi kebijakan. Direktur ECONIT, DR Hendri Sapa-rini menilai trackrecord Boediono tak cemerlang. Misalnya saat menjadi Kepala Bappenas, dia anggota Tim Perancang Rekapitalisasi Perbankan bersama Men-teri Keuangan Bambang Subiyanto dan Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita dan negara terbebani Rp 422,6 trilyun. “Prestasi sebagai Menko Per-ekonomian juga payah,” ujarnya. Maka para pengamat menduga, ter-pilihnya Boediono tak lepas dari agenda besar Mafia Berkeley. Mafia Berkeley adalah sebutan bagi sekelompok ekonom yang dipercaya Jenderal Soeharto di masa awal Orde Baru untuk mengelola ekonomi. Mereka disebut Mafia Berkeley karena sebagian besar lulusan doktor atau master dari University of California at Berkeley pada 1960-an atas bantuan Ford Foundation. Konon kelompok ini diam-diam telah disiapkan Amerika Serikat sejak Presiden Soekarno berkuasa, untuk memperluas
dan melanggengkan pengaruh di Indo-nesia semasa perang dingin. Mereka adalah Widjojo Nitisastro, Emil Salim, Ali Wardhana, dan J.B. Soemarlin. Agenda Mafia Berkeley diteruskan para anak didik mereka seperti Boediono dan Sri Mulyani. Kebijakan ekonomi Mafia Berkeley mengadopsi kebijakan ekonomi yang dirancang IMF dan Bank Dunia yang dikenal dengan nama Konsensus Wa-shington. Tema besarnya kini dikenal sebagai agenda ekonomi neoliberal.
Agenda Mafia Berkeley terbagi atas empat kebijakan. Yakni liberalisasi keuangan, liberalisasi perdagangan, kebijakan uang ketat (pengurangan subsidi) dan privatisasi BUMN. Tiga agenda pertama telah diterapkan sejak awal Orde Baru hingga tahun 1990-an. Sementara, agenda privatisasi BUMN baru dilakukan belakangan ini. Tapi, keempat agenda itu terbukti gagal mengangkat kesejahteraan rakyat, se-mentara negara-negara yang tak mengambil resep IMF, seperti Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia dan China, justru lebih baik dibanding Indonesia. Maklumlah, program kerja Mafia Berkeley ternyata bukan mencari untung untuk negara, tapi justru bagaimana menjual milik negara. Di masa PresidenYudhoyono, pemerintah menyerahkan Blok Cepu kepada Exxon Mobil dari AS. Padahal potensi minyak bumi yang http://suara-islam.com Menggunakan Joomla! Generated: 13 May, 2009, 17:26 Suara-Islam.com - Situs Berita Islam Terdepan dikandung di dalamnya ditaksir mencapai 10,96 miliar barel minyak, termasuk 62,64 TCF gas. Jika dikalkulasikan secara matematis, diperoleh pendapatan kotor sebesar 165,74 miliar dolar AS atau sekitar 1.500 trilyun rupiah. Penjualan Blok Cepu menambah deret panjang penjualan aset kekayaan milik rakyat. Setelah gagal menarik aset penjahat BLBI, pemerintah memaksa sejumlah BUMN masuk bursa untuk dijual. Padahal BUMN ini bukannya merugi tapi justru selalu membukukan keuntungan. Begitu masuk ke bursa, saham perusahaan-perusahaan ini langsung dicaplok investor asing. BUMN yang dikuasai asing dan selalu untung itu antara lain PT Telkom Tbk, PT Indosat Tbk, PT Semen Gresik Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Bukit Asam Tbk. Kini 85 persen saham BUMN itu dikuasai asing. “Dengan kepemilikan asing yang sangat besar, pihak asinglah yang menikmati sebagian besar keuntungan BUMN itu,” kata pengamat ekonomi Revrisond Baswir. Obral Besar Lewat Komite Privatisasi, tahun ini pemerintah akan melego 34 BUMN dan melanjutkan penjualan 3 BUMN yang tertunda pada 2007. Ke-37 BUMN ini akan dijual lewat IPO di bursa efek dan lewat penjualan strategis langsung ke investor yang ditunjuk. Sasaran utama penjualan BUMN kali ini adalah PT Perusahaan Listrik Negara. Dengan alasan merugi akibat harga BBM yang terus melambung, Pemerintah mendesak agar PLN diswastanisasi. Obral perusahaan istilah kerennya privatisasi--tahun ini adalah obral terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Pada periode 1991 - 2001 pemerintah 14 kali menjual BUMN dengan jumlah 12 BUMN. Pada periode 2001- 2006 pemerintah 14 kali menjual BUMN dengan jumlah 10 BUMN. Kebijakan ini adalah bom privatisasi, karena dalam setahun 37 BUMN akan dilego. Obral besar-besaran ini sesungguhnya tak lepas dari agenda Kapitalisme Neoliberal,
baik negara-negara Kapitalis terutama Amerika Serikat, International Monetary Fund (IMF), Bank Dunia, ADB, maupun perusahaan multi nasional. “Lewat para konsultan mereka di berbagai instansi, mereka merancang skenario agar pemerintah melepas seluruh BUMN dan menyerahkan kepada investor dengan alasan agar BUMN lebih efisien dan menguntungkan,” kata Hendri. Desakan kepentingan pemodal di balik obral gede-gedean ini terlihat pada penolakan PT Krakatau Steel. Menurut Dirut Krakatau Steel Fazwar Bujang, mereka tak pernah mengundang investor, tetapi investor yang menginginkan BUMN ini dijual. Belakangan, presiden SBY menerima kunjungan produsen baja terbesar di dunia, Arcellor Mittal di Istana, yang berjanji menanamkan US $ 3 miliar dalam bentuk kerjasama dengan PT Aneka Tambang Tbk dan PT Krakatau Steel. Menurut Menteri Perindustrian Fah-mi Idris, Mittal mengajukan tiga tawaran. Pertama, mengembangkan pertam-bangan yang terkait dengan baja. Kedua, menjadi strategic partner Krakatau Steel. Ketiga, membuat joint venture company bersama Krakatau Steel. “Presiden menanggapi positif dan memerintahkan Pak Boediono merumuskan secara detail,” ujarnya. Sekali lagi, lihatlah peran sentral Boediono. Padahal, rencana penjualan Krakatau Steel sudah dikritik habis oleh Pemenang Hadiah Nobel bidang Ekonomi Joseph Stiglitz dalam berbagai artikel yang mengritik kebijakan ekonomi neoliberal. Profesor di bidang ekonomi dari Columbia University dan bekas ekonom terkemuka di World Bank itu mengaku tak habis pikir dengan rencana penjualan BUMN strategis itu. Di samping menyukseskan agenda ekonomi kalangan Neoliberal, obral besar-besaran ini juga mengindikasikan upaya perampokan harta negara untuk agenda pemilu 2009. “Privatisasi 2008 adalah salah satu ladang potensi korupsi,” kata Fahmi Badoh, dari Indonesia Corruption Wacth (ICW). Pusat Pela-poran dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) juga mengendus transaksi-transaksi mencurigakan menjelang pemi-lu 2009. Dengan obral perusahaan besar-besaran ini, dapat dipastikan bahwa ratusan trilyun rupiah aset negara akan terlepas dari tangan rakyat dan hanya memuaskan kerakusan Kapitalisme dan segelintir antek asing. Padahal, menurut syariat Islam, perusahaan yang mengua-sai hajat hidup orang banyak terutama di sektor pertambangan adalah harta milik umum, sehingga pemerintah tidak berhak menjualnya kepada swasta dan asing. Utang dan Manipulasi Statistik Boediono terpilih ketika resesi dunia mengancam, seiring melonjaknya harga minyak dunia hingga US $ 109/barrel, perekonomian dunia melambat, semen-tara kegagalan panen dan spekulasi membuat harga komoditas pangan membubung tinggi di pasar internasional. “Dunia guncang dari segi keuangan maupun komoditas utama. Jika resesi meluas, akan berdampak pada ekspor, impor, dan aliran dana,” kata Boediono. Dampaknya terasa di Indonesia dengan indikasi laju inflasi bulan Maret yang sudah mencapai 3,6 persen. Seiring kenaikan harga minyak dunia yang melebihi prediksi saat penyusunan APBN, Departemen Keuangan mengubah strategi menutup defisit APBN
dari hanya mengandalkan penerbitan surat berharga negara ke utang luar negeri. Sebab, pemerintah sulit menyerap dana murah dari pasar modal. “Pinjaman luar negeri adalah pertahanan kedua dalam menutup defisit,”
kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu. Strategi ini khas langkah Mafia
Berkeley yang dirancang IMF. Menurut Anggito, pemerintah dan Panitia Anggaran DPR sepakat menam-bah utang luar negeri untuk menutup defisit APBN Perubahan 2008, dari Rp 19,1 trilyun menjadi Rp 26,4 trilyun. Sumber utamanya World Bank, Asian Development Bank dan Pemerintah Jepang. “Pencarian utang dimulai 11 April 2008, dalam pertemuan Bank Dunia di Washington,” ujarnya. Menteri Sri Mulyani juga mengusa-hakan pinjaman pada pertemuan ADB di Madrid, Spanyol. Padahal menurut Koordinator Koalisi Antiutang, Kusfiardi, upaya Departemen Keuangan menambah utang luar negeri hanya akan semakin membawa Indonesia semakin terperosok ke dalam jebakan utang yang semakin dalam. Menurut Deputi Bidang Pendanaan Bappenas Lukita Dinarsyah, Indonesia sulit mendapat pinjaman lunak lagi. Sebab, status Indonesia telah berubah dari negara berpendapatan rendah ke menengah, ditandai dengan pendapatan per kapita US $ 1.600/tahun. Akibatnya, Indonesia kehilangan sumber pinjaman sangat lunak dari skema IDA, Bank Dunia, mulai Juni 2008. Skema pinjaman IDA hanya diberikan untuk negara berpenghasilan di bawah US $ 830/kapita/tahun. Repotnya ketika kondisi ekonomi terancam gagal, pemerintah harus unjuk kemampuan bahwa dapat mengentaskan kemiskinan agar bisa dikatakan berhasil. Tujuannya agar Yudhoyono terpilih lagi dalam pemilu 2009 nanti. Maka statistical engineering dirancang untuk menutupi kebobrokan ekonomi. Cara paling gampang adalah memacu program penghapusan kemiskinan menjelang berakhirnya masa pemerintahan. Cara itu ditempuh lewat kombinasi pemberian bantuan langsung tunai, beras miskin, dan program padat karya, agar target penurunan tingkat kemiskinan tercapai pada 2009. “Ini program ambisius, tapi sangat mungkin dicapai dengan dukungan program yang jelas dan anggaran yang lebih besar dari tahun sebelumnya,” kata Menneg PPN/Kepala http://suara-islam.com Menggunakan Joomla! Generated: 13 May, 2009, 17:26 Suara-Islam.com - Situs Berita Islam Terdepan Bappenas Paskah Suzetta, seusai rapat koordinasi untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2009, Rabu (9/4) di Jakarta. Dalam hitungan pemerintah, tingkat kemiskinan tahun 2007 sebesar 16,58 persen, sedang pada 2008 diperkirakan akan lebih rendah dari 14 persen. Pemerintah menargetkan penurunan tingkat kemiskinan tahun 2009 tinggal 10-11 persen. Dengan kucuran beras miskin, bantuan langsung tunai dan program padat karya selama enam bulan mulai Mei nanti, dengan target 2000 kalori per keluarga, pemerintah optimis akan “mengurangi” tingkat kemiskinan. Bantuan langsung tunai diberikan untuk rakyat miskin di luar Jawa. Di pulau Jawa, yang dihuni 80 persen penduduk Indonesia, dengan rata-rata tingkat kemiskinan 10-15 persen, difokuskan pada program padat karya. World Bank pun ingin ikut menyuk-seskan program pengentasan kemiskinan. Karena itu kini mereka sedang menyosialisasikan metode penghitungan angka kemiskinan baru. “World Bank ber-kepentingan agar seolah-olah ikut mengentaskan kemiskinan karena 20 persen dana anggaran kemiskinan berasal dari utang ke World Bank,” kata Hendri Saparini. Jadi jika para ekonom neoliberal Mafia Berkeley merekayasa statistik dengan menekan garis kemiskinan, World Bank malah merekayasa hitungan-nya. Lalu, apa lagi yang akan anda jual ke Washington? Catatan tentang Boediono 1. Saat menjadi Direktur di Bank Indonesia, Boediono adalah pejabat yang setuju meliberalkan perbankan, 2. Ia ikut menyalurkan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk Bank Arya Pandu Arta dan Bank Danamon 3. Sebagai Kepala Bappenas, ia adalah anggota Tim Perancang Rekapitalisasi Perbankan bersama Menteri Keuangan Bambang Subiyanto dan Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita sehingga negara terbebani Rp 422,6 trilyun. Karena APBN terbebani Rp 50 60 trilyun per tahun, saat jatuh tempo pada tahun 2033, total beban menjadi sekitar Rp 1800 trilyun 4. Menteri Keuangan yang paling bertanggung jawab dalam penjualan perbankan yang direkapitalisasi sehingga perbankan nasional kini dikuasai asing 5. Dia adalah pejabat yang setuju Blok Migas Cepu dikuasai Exxon Mobile 6. Sebagai Menteri Koordinator yang menerbitkan banyak kebijakan liberalisasi di era Kabinet
Indonesia Bersatu yang ternyata memiskinkan secara struktural 7. Acap kali ditegur secara terbuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam rapat-rapat kabinet di bidang ekonomi karena dianggap lamban dan tak berani mengambil keputusan penting 8. Dikenal sebagai pelaksana mekanisme pasar yang tangguh sebagaimana yang dituliskannya dalam buku 70 tahun Widjojo Nitisastro dengan mengatakan, “Kita harus mencegah kembali peranan etatisme…” 9. Business Week menyebut Boediono sebagai sahabat IMF paling hangat. [abu zahra/www.suara-islam.com]

Hati - Hati Posting Artikel di Blog


Hati - hati posting artikel di Blog
Cerita ini berawal dari waktu saya mencoba memposting sebuah artikel di blog ini. Seperti biasa sebelum artikel saya post kan di blog terlebih dahulu artikel tersebut saya ketik di Ms.word ( open office ), karena kalau ngetik langsung di blog gak efektif soalnya auto save punya blogger.com terkadang suka error, jadi bukannya di save malah bisa - bisa artikel yang telah diketik hilang.
Setelah artikel yang berjudul pengantar ekonomi Makro tersebut saya ketik, kemudian saya copy dan paste di post create blog, setelah itu saya mengatur sedikit read morenya, dan terakhir langsung klik terbitkan entri.

Memang kali ini agak sedikit berbeda, setelah terbitkan entri, muncul peringatan kesalahan HTML, peringatan yang sering muncul jika ditemukan kesalahan kode - kode html pada tulisan. Karena saya tidak merasa terdapat kesalahan ( sudah di cek berulang kali ) akhirnya saya memilih untuk mengabaikan peringatan tersebut dan tetap menerbitkan artikel.
Selang beberapa lama ketika membuka jendela tampilan blog.tada...!!!!Astaghfirullah .Hancur semua..!!!tampilan blog berantakan, kata seorang teman di facebook, tampilannya macam puzle...!!!Apa yang terjadi ???
sempat beberapa lama saya berfikir, karena kebetulan waktu itu cuaca panas sekali di luar, akhirnya tidur menjadi pilihan untuk menenangkan diri sementara ini ( hehehehehe ).
Sorenya sewaktu berangkat ke kerjaan, saya iseng buka facebook dan blog saya yang tampilannya masih tetap hancur. Apa hubungan antara blog dan facebook ?,ya karena ada teman facebook yang sedikit menyindir dan bercanda bilang kalau ini hanya taktik promo blog aja ( heheheh meskipun tidak sepenuhnya salah sich ). hal ini mengundang rasa penasaran saya untuk berjuang memperbaiki dan mendapatkan kembali blog tercinta ini.
Setelah saya utak - atik, saya melihat ketika postingan terakhir dibuka, blog tetap berantakan. kemudian saya mencoba membuka postingan lawas saya, dan aneh yang ini tampilannya normal. dari hal ini saya simpulkan jika postingan terakhir dihapus maka yang akan muncul adalah postingan lawas yang artinya tampilannya NORMAL.
Saya pun menghapus postingan terakhir, dan menggantinya dengaN tulisan ini. saya berharap setelah tulisan ini saya terbitkan tampilan akan kembali normal. Ada dua opsi jika tampilan tidak kembali normal, pertama saya akan ganti, yang kedua akan saya utak - atik terus sampai ketemu pokoknya...hehehehehe.baiklah terima kasih sudah sempat membaca,jika tampilannya kembali normal, itu berkat doa sobat - sobat semua,jika tidak tetap doakan saya ya, jadi saya masih bisa share materi - meteri kuliah disini bareng sobat - sobat semua.wassalamua'alaikum...ready..get set..GO...!!!!

Tau Samawa Akan Terpinggirkan Oleh Pendatang


Tau Samawa Akan Terpinggirkan Oleh Pendatang

suatu pandangan terhadap sifat "lemang"dan "tingi ate" dan hubungannya terhadap peningkatan sumber daya manusia masyarakat samawa
oleh : ade rafiansyah

Beberapa kesempatan terakhir ini entah kenapa saya begitu bergairah membaca beberapa postingan tentang tanah kelahiran saya, samawa . Ada satu tulisan yang menarik yang diterbitkan di www.sumbawanews.com berjudul “ Pusat Kajian Adat Dan Budaya Samawa (PKABS) ”IYAK SAMAWA” “tulisan Bapak Putra Adi Soerjo direktur lembaga kajian tersebut. Sungguh menarik kajian – kajian yang disampaikan oleh beliau menyangkut kinerja pemerintah di berbagai sektor terutama pendidikan dan kesejahteraan masyarakat samawa. Selain itu komentar dari beberapa pembaca terhadap tulisan itu juga cukup menarik untuk disimak.
Yang paling menarik untuk dibahas adalah tentang sektor pendidikan dan kualitas sumber daya manusianya. Dalam tulisan tersebut disampaikan bentuk – bentuk keprihatinan terhadap kondisi tana samawa saat ini, disebutkan sebuah fakta bahwa samawa menempati urutan ke 32 dari 33 provinsi indonesia tentang IPM ( indeks Prestasi manusia ), sebuah hal yang kontradiktif saat ini dimana banyak pemuda – pemuda samawa keluar dan pergi untuk menuntut ilmu ke luar samawa seperti ke kota malang dan jogjakarta yang menjadi favorit. Itu artinya ada banyak orang yang pulang membawa bekal ilmu yang idealnya untuk kemajuan tana samawa, namun jauh dari harapan tidak semua rekan – rekan mahasiswa kembali ke samawa dan terlibat secara aktif dalam pembangunan alias menjadi penganggur terdidik. Setidaknya itulah hasil “nyangkok”( ngobrol ) saya bareng teman – teman mahasiswa yang sudah “mole”( pulang ) ke sumbawa di facebook, sebuah situs jejaring sosial di internet.
Mengapa menganggur ?, bukankkah ilmu yang dibawa dari tanah jawa cukup mumpuni untuk membangun kota Samawa?, bukankah sebagian juga menempuh pendidikan di Perguruan – Perguruan tinggi yang cukup populer dan bonafit ?.

Tulisan berikut ini hanya sedikit kajian hubungan antara sikap Lemang ( malas ) dan Tingi ate ( gengsi ) serta hubungannya dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat samawa pada umumnya berdasarkan pengalaman dan pengamatan penulis.

Lemang ( malas ) dan Peningkatan kualitas SDM

Menurut Ibnu Sina, sebelum membicarakan konsep maka sebaiknya membicarakan definisi agar konsep dapat terarah sesuai dengan definisi sehingga tidak menjadi semu dan menyebabkan multi tafsir. Sikap malas atau lemang sulit untuk didefinisikan berdasarkan satu sudut pandang, jika kita mengambil sudut pandang orang kebanyakan di negara kita misalnya,malas dapat diartikan tidak melakukan kegiatan apapun yang produktif atau lebih mudah disebut menganggur. Namun jika kita mengambil sudut pandang masyarakat yang lebih maju, seperti jepang misalnya maka malas diartikan sebagai tidak bersungguh – sungguh dalam bekerja dan memaksimalkan setiap potensi yang dimiliki, definisi ini tersirat dalam buku berjudul “ rahasia bisnis orang jepang “ karya Ann Wan Seng. Definisi kedua tentu tidak bisa kita jadikan patokan, sebab tersirat dalam definisi itu bahwa yang menjadi objeknya adalah manusia yang rata – rata “ bekerja “. Namun kenyataanya kita akan membahas masalah yang lebih kompleks daripada itu dimana yang menjadi objek bukan saja manusia yang telah bekerja tetapi manusia yang menganggur juga, maka tidak salah kalau kita mendefinisikan malas adalah melakukan kegiatan yang tidak produktif atau tidak menghasilkan sesuatu.
Penyebab kemalasan sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, jika sesorang berada pada suatu komunitas atau lingkungan yang terbiasa bersantai – santai dan tidak memiliki target – target untuk pengembangan potensi, maka bisa dipastikan orang tersebut akan menjadi malas. Begitu pula sebaliknya, jika seseorang berada pada lingkungan yang terbiasa berkompetisi dan memiliki target pencapaian kesuksesan, maka orang tersebut akan menjadi rajin dan bersemangat.
Seseorang yang merasa telah mendapatkan kesuksesan di dalam lingkungan yang terbiasa santai, maka ia akan merasa tidak perlu lagi untuk mengembangkan potensinya karena ia merasa tingkatannya telah berada di level atas jika dibandingkan orang lain di dalam komunitas “ nyantai “ itu. Sebaliknya jika orang tersebut pindah ke suatu komunitas yang lebih tinggi, maka ia justru merasa berada pada level bawah jika dibandingkan dengan orang lain didalam komunitas yang lebih tinggi ini. Idealnya maka akan terjadi perubahan sikap dari malas menjadi rajin, karena memang sudah menjadi sifat dasar manusia ketika suatu waktu dia menjadi nomor satu dan mendapatkan semua keuntungan di dalamnya, dan kemudian suatu waktu menjadi urutan terbawah dengan semua kerugian didalamnya, maka dia akan berusaha bangkit dan memperoleh keuntungannya kembali ketika menjadi nomor satu.
Jika berkenan untuk dianalogikan, kita anggap saja seorang calon mahasiswa yang akan menempuh pendidikan ke luar samawa, dimana sang mahasiswa ini masih memiliki karakter sedikit malas akibat dari pergaulan dalam komunitas yang cenderung nyantai seperti di samawa ini. Kemudian sang mahasiswa memilih menempuh studi di pulau jawa yang nota bene memiliki karakter masyarakat yang tentu saja sedikit lebih maju, termasuk budaya persaingan dan kompetisi yang sudah menjadi kebiasaan dan tuntutan disana. Jika sang mahasiswa tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan seperti itu, bisa dipastikan dia akan kesulitan untuk menyelesaikan studinya. Sehingga mau tidak mau dia harus terjun dan terbiasa dengan budaya kompetisi yang akan melahirkan sikap rajin itu. Ketika studi sang mahasiswa selesai maka dia akan kembali ke sumbawa, yang artinya dia kembali ke sebuah komunitas yang berada ( maaf ) secara kualitas berada dibawah masyarakat jawa. ( lihat peringkat IPM masyarakat samawa ). Artinya menjadi pilihan baginya untuk menjadi pemenang dengan mepertahankan kualitasnya atau menjadi kalah dengan menghancurkan potensi yang sudah berkembang karena sikap malas yang kembali muncul.

Tingi ate ( gengsi ) dan peningkatan kualitas SDM

Gengsi atau tingi ate dalam bahasa sumbawa umumnya diartikan sebagai harga diri, sesorang yang memiliki harga diri yang tinggi tentu saja menolak untuk disamakan dengan orang yang berharga diri rendah menurut pendapatnya. Gengsi atau tingi ate ini merupakan fenomena masyarakat sumbawa saat ini. Hal ini dapat terlihat dari sikap dan prilaku sehari – hari masyarakatnya. Jika di kota – kota besar lainnya di indonesia, tidak jarang kita jumpai para pelajar atau mahasiswa bahkan para pegawai masih mau mengayuh sepeda ke sekola atau ke kampus dan kantor. Namun di sumbawa jarang sekali kita jumpai yang seperti ini terutama untuk level pendidikan menengah ke atas. Bemo dengan fasilitas “ajep – ajep” rupanya tetap menjadi primadona bagi pelajar samawa, bukan pemandangan yang asing jika setiap pagi kita melihat kerumunan pelajar menungu bemo di beberapa tempat di kota samawa. Anehnya selain menjadi primadona, Bemo juga menjadi kambing hitam jika terlambat sampai ke sekolah. Padahal jika mau di telisik lebih jauh, kota samawa bukanlah kota yang besar, artinya jarak satu tempat ke tempat yang lainnya relatif dekat.
Contoh lainnya cukup nyata terlihat pada prosesi pernikahan. Jarang sekali di sumbawa kita melihat pernikahan sederhana seperti yang sering di jumpai di kota – kota besar, contohnya semarang yang kebetulan tempat penulis sedang meempuh studi. Di Semarang orang menikah dengan mahar seadanya dan sering pula tanpa resepsi besar – besaran dan itu bukanlah hal yang asing di Semarang, bahkan sahabat saya pernah menikah dengan biaya kurang dari 5 juta, 5 juta di semarang tentu berbeda nilainya dengan 5 juta di sumbawa bukan ?.
Pada dasarnya sikap gengsi dapat melahirkan dampak positif dan negatif. Gengsi terhadap hal – hal yang “buruk” seperti gengsi mencuri, menipu dan sebagainya dapat disebut berdampak positif, sebaliknya gengsi untuk hal – hal yang “baik” seperti bekerja keras, hidup sederhana dan sebagainya dapat disebut berdampak negatif. Pertanyaannya saat ini adalah mana yang “baik”dan mana yang “buruk” dalam persfektif masyarakat sumbawa pada umumnya.
Untuk menjawab pertanyaan ini tentu saja dibutuhkan data – data yang cukup akurat sebab menyampaikan penilaian tentang karakter masyarakat tertentu bukanlah hal yang sepele karena ini menyangkut harga diri itu sendiri. Hal yang dapat di lakukan saat ini adalah memberikan gambaran – gambaran bagaimana masyarakat samawa menentukan pilihan antara “baik”dan “buruk”.
Berkaitan dengan salah satu komentar terhadap tulisan yang diterbitkan oleh www.sumbawanews.com tadi, ketika orang samawa melihat pendatang bekerja sebagai pedagang kerupuk, bagi orang sumbawa hal itu tidak mungkin untuk dilakukan karena umumnya masyarakat samawa mengharapkan bekerja kantoran sebagai pegawai seperti PNS misalnya. Itu artinya lebih memilih menjadi pegawai dibandingkan pengusaha. Bahkan menjadi TKI merupakan pilihan daripada menjadi pengusaha dan bekerja keras dari bawah untuk membangun usaha di kotanya sendiri.

Keterkaitan antara Malas dengan Gengsi

Gengsi akan menyebabkan kemalasan, mengapa demikian ?. Karena gengsi dan malas merupakan karakter individu, orang yang memiliki gengsi atau harga diri tinggi tentu saja akan enggan melakukan sesutu yang tidak sesuai dengan standar harga dirinya,terlepas hal itu produktif atau tidak, dan keengganan itu diartikan sebagai kemalasan. Ketika orang samawa melihat kaum pendatang bekerja pada sektor informal ambil saja contoh menjadi pedagang kerupuk keliling, umumnya masyarakat samawa malu untuk melakukan hal yang sama, padahal berdagang kerupuk belum tentu tidak memiliki penghasilan yang lebih besar dari pada menjadi karyawan, anehnya setelah usaha kerupuk tersebut berhasil justru yang menjadi pekerja adalah orang samawa sendiri. Dari hal ini dapat disimpulkan menjadi karyawan dalam perspektif masyarakat sumbawa lebih baik jika dibandingkan dengan menjadi seorang wirausahawan. Disinilah letak permasalahan sebenarnya yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat samawa umumnya menjadi lambat.

Solusi

Mempermasalahkan sesuatu tanpa memberikan solusi adalah sesuatu yang kurang bijak, maka diperlukan usulan dan wacana tentang solusi yang memungkinkan. Inti permasalahan sesungguhnya adalah karakter tingi ate atau gengsi, karena ini yang melahirkan sikap malas yang pada akhirnya menyebabkan hilangnya produktifitas dan kemampuan menggali potensi sumber daya individu masyarakat samawa.
Gengsi adalah sebuah karakter kejiwaan maka untuk mengobatinya diperlukan pendekatan kejiwaan pula. Sebagai masyarakat yang religius maka pendekatan melalui media agama adalah hal yang paling baik dan paling mudah diterapkan. Melaui nilai – nilai pemahaman spiritual perasaan gengsi yang dalam bahasa agama erat kaitannya dengan sifat riya ( sombong ) dapat “terobati”. Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah harus selaras, bukan hanya pembangunan fisik namun pembangunan rohani masyarakat juga harus terus dilakuakan dilakukan. Karena keberhasilan pembangunan mustahil didapatkan oleh sumber daya manusia yang rendah kualitas moral dan akhlaknya. Melaui pemimpin – pemimpin yang memiliki akhlak dan moral yang baik maka peningkatan kualitas sumber daya masyarakatnya pun akan berjalan baik sehingga samawa dapat berkembang dan disejajarkan dengan kota – kota lainnya.

penulis adalah mahasiswa sumbawa yang sedang menyelesaikan studi di kota Semarang

Teknik Industri


MENGENAL TEKNIK INDUSTRI

Teknik industri adalah cabang dari ilmu teknik yang berkenaan dengan pengembangan, perbaikan, implementasi, dan evaluasi sistem integral dari manusia, pengetahuan, peralatan, energi, materi, dan proses.

Bidang keahlian
Pada dasarnya, ilmu Teknik Industri dapat dibagi ke dalam tiga bidang keahlian, yaitu Sistem Manufaktur, Manajemen Industri, dan Sistem Industri dan Tekno Ekonomi.

Sistem Manufaktur
Sistem Manufaktur adalah sebuah sistem yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sistem integral yang terdiri dari manusia, mesin, material, energi, dan informasi melalui proses perancangan, perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Sistem Manufaktur ini antara lain adalah Sistem Produksi, Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Pemodelan Sistem, Perancangan Tata Letak Pabrik, dan Ergonomi.

Manajemen Industri
Bidang keahlian Manajemen Industri adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk penciptaan dan peningkatan nilai sistem usaha melalui fungsi dan proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya insani dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Manajemen Industri antara lain adalah Manajemen Keuangan, Manajemen Kualitas, Manajemen Inovasi, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Pemasaran, Manajemen Keputusan dan Ekonomi Teknik.

Sistem Industri dan Tekno Ekonomi
Bidang keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan daya saing sistem integral yang terdiri atas tenaga kerja, bahan baku, energi, informasi, teknologi, dan infrastruktur yang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah. Bidang keilmuan yang dipelajari di dalam Sistem Industri dan Tekno Ekonomi antara lain adalah Statistika Industri, Sistem Logistik, Logika Pemrograman, Operational Research, dan Sistem Basis Data

Sejarah Teknik Industri
Di dunia
Awal mula Teknik Industri dapat ditelusuri dari beberapa sumber berbeda. Frederick Winslow Taylor sering ditetapkan sebagai Bapak Teknik Industri meskipun seluruh gagasannya tidak asli. Beberapa risalah terdahulu mungkin telah mempengaruhi perkembangan Teknik Industri seperti risalah The Wealth of Nations karya Adam Smith, dipublikasikan tahun 1776; Essay on Population karya Thomas Malthus dipublikasikan tahun 1798; Principles of Political Economy and Taxation karya David Ricardo, dipublikasikan tahun 1817; dan Principles of Political Economy karya John Stuart Mill, dipublikasikan tahun 1848. Seluruh hasil karya ini mengilhami penjelasan paham Liberal Klasik mengenai kesuksesan dan keterbatas dari Revolusi Industri. Adam Smith adalah ekonom yang terkenal pada zamannya. "Economic Science" adalah frasa untuk menggambarkan bidang ini di Inggris sebelum industrialisasi America muncul .
Kontribusi penting lainnya dan mengilhami Taylor adalah Charles W. Babbage. Babbage adalah profesor ahli matematika di Cambridge University. Salah satu kontribusi pentingnya adalah buku yang berjudul On the Economy of Machinery and Manufacturers tahun 1832 yang mendiskusikan banyak topik menyangkut manufaktur. Babbage mendiskusikan gagasan tentang Kurva Belajar (Learning Curve), pembagian tugas dan bagaimana proses pembelajaran dipengaruhi, dan efek belajar terhadap peningkatan pemborosan. Dia juga sangat tertarik pada metode pengaturan pemborosan. Charles Babbage adalah orang pertama yang menganjurkan membangun komputer mekanis. Dia menyebutnya "analytical calculating machine" , untuk tujuan memecahkan masalah matematika yang kompleks.
Di Amerika Serikat selama akhir abad 19 telah terjadi perkembangan yang mempengaruhi pembentukan Teknik Industri. Henry R. Towne menekankan aspek ekonomi terhadap pekerjaan insinyur yakni bagaimana seorang insinyur akan meningkatkan laba perusahaan? Towne kemudian menjadi anggota American Society of Mechanical Engineers (ASME) sebagaimana yang dilakukan beberapa pendahulunya di bidang Teknik Industri. Towne menekankan perlunya mengembangkan suatu bidang yang terfokus pada sistem manufactur. Dalam Industrial Engineering Handbook dikatakan bahwa "ASME adalah tempat berkembang biaknya Teknik Industri". Towne bersama Fredrick A. Halsey bekerja mengembangkan dan memaparkan suatu Rencana Kerja untuk mengurangi pemborosan kepada ASME. Tujuan Recana ini adalah meningkatkan produktivitas pekerja tanpa berpengaruh negatif terhadap ongkos produksi. Rencana ini juga menganjurkan bahwa sebagian keuntungan dapat dibagikan kepada pekerja dalam bentuk insentif.
Henry L. Gantt (juga anggota ASME) menekankan pentingnya seleksi karyawan dan pelatihannya. Dia, seperti juga Towne dan Halsey, memaparkan paper dengan topik-topik seperti biaya, seleksi karyawan, pelatihan, skema insentif, dan penjadwalan kerja. Dia adalah pencipta Diagram Gantt (Gantt chart), yang saat ini merupakan diagram yang sangat populer digunakan dalam penjadwalan kerja. Sampai sekarang Gantt chart digunakan dalam bidang statitik untuk membuat prediksi yang akurat. Jenis diagram lainnya telah dikembangkan untuk tujuan penjadwalan seperti Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Mapping (CPM).
Sejarah Teknik Industri tidak lengkap tanpa menyebut Frederick Winslow Taylor. Taylor mungkin adalah pelopor Teknik Industri yang paling terkenal. Dia mempresentasikan gagasan mengenai pengorganisasian pekerjaan dengan menggunakan manajemen kepada seluruh anggota ASME. Dia menciptakan istilah "Scientific Management" untuk menggambarkan metode yang dia bangun melalui studi empiris. Kegiatannya, seperti yang lainnya, meliputi topik-topik seperti pengorganisasian pekerjaan dengan manajemen, seleksi pekerja, pelatihan, dan kompensasi tambahan bagi seluruh individu yang memenuhi standar yang dibuat perusahaan. Scientific Management memiliki efek yang besar terhadap Revolusi Industri, baik di Amerika maupun di luar negara Amerika.
Keluarga Gilbreth diakui akan pengembangan terhadap Studi Waktu dan Gerak (Time and Motion Studies). Frank Bunker Gilbreth dan istrinya Dr. Lillian M. Gilbreth melakukan penelitian mengenai Pemahaman Kelelahan (Fatigue), Skill Development, Studi Gerak (Motion Studies), dan Studi Waktu (Time Studies). Lillian Gilbreth memeliki gelasr Ph.D. dalam bidang Psikologi yang membantunya dalam memahami masalah-masalah manusia. Keluarga Gilbreth meyakini bahwa terdapat satu cara terbaik ("one best way") untuk melakukan pekerjaan. Salah satu pemikiran mereka yang siginifikan adalah pengklasifikasian gerakan dasar manusia ke dalam 17 macam, dimana ada gerakan yang efektif dan ada yang tidak efektif. Mereka menamakannya Tabel Klasifikasi Therbligs (ejaan terbalik dari kata Gilbreth). Gilbreth menyimpulkan bahwa waktu untuk menyelesaikan gerakan yang efektif (effective therblig) lebih singkat tetapi sulit untuk dikurangi, demikian sebaliknya dengan non-effective therbligs. Gilbreth mengklaim bahwa setiap bentuk pekerjaan dapat dipisah-pisah ke dalam bentuk pekerjaan yang lebih sederhana.
Saat Amerika Serikat menghadapi Perang Dunia II, secara diam-diam pemerintah mendaftarkan para ilmuwan untuk meneliti perencanaan, metode produksi, dan logistik dalam perang. Para ilmuwan ini mengembangkan sejumlah teknik untuk pemodelan dan memprediksi solusi optimal. Lebih lanjut saat informasi ini terbongkar. lahirlah Operation Research. Banyak hasil penelitian yang masih sangat teoritis dan pemahaman bagaimana menggunakannya dalam dunia nyata tidak ada. Hal inilah yang menyebabkan jurang antara kelompok Operation Research (OR) dan profesi insinyur terlalu lebar. hanya sedikit perusahaan yang dengan sigap membentuk departemen Operation Research dan mengkapitalisasikannya.
Pada 1948 sebuah komunitas baru, American Institute for Industrial Engineers (AIIE), dibuka untuk pertama kalinya. Pada masa ini Teknik Industri benar-benar tidak mendapat tempat yang khusus dalam struktur perusahaan. Selama tahun 1960 dan sesudahnya, beberapa perguruan tinggi mulai mengadopsi teknik-teknik operation research dan menambahkannya pada kurikulum Teknik Industri. Sekarang untuk pertama kalinya metode-metode Teknik Industri disandarkan pada fondasi analisa, termasuk metode empiris terdahulu lainnya. Pengembangan baru terhadap optimisasi dalam matematika sebagaimana metode baru dalam analisa statistik membantu dalam mengisi lubang kosong bidang Teknik Industri dengan pendekatan teoritis.
Kemudian, permasalahan Teknik Industri menjadi begitu besar dan kompleks pada dan saat komputer digital berkembang. Dengan komputer digital dan kemampuannya menyimpan data dalam jumlah besar, insinyur Teknik Industri memiliki alat baru untuk mengkalkulasi permasalahan besar secara cepat. Sebelumnya komputasi pada suatu sistem memakan mingguan bahkan bulanan, tetapi dengan komputer dan perkembangan sub-program "sub-routines", perhitungan dapat dilakukan dalam hitungan menit dan dengan mudah dapat diulangi terhadap kriteria problem yang baru. Dengan kemampuannya menyimpan data, hasil perhitungan pada sistem sebelumnya dapat disimpan dan dibandingkan dengan informasi baru. Data-data ini membuat Teknik Industri menjadi cara yang kuat dalam mempelajari sistem produksi dan reaskinya bila terjadi perubahan.

Di Indonesia
Sejarah Teknik Industri di Indonesia di awali dari kampus Universitas Sumatera Utara [USU] dengan situs http://ft.usu.ac.id/ [[1]], Medan pada tahun 1965 dan dilanjutkan dengan Teknik Industri ITB Institut Teknologi Bandung. Sejarah pendirian pendidikan Teknik Industri di ITB tidak terlepas dari kondisi praktek sarjana mesin pada tahun lima-puluhan. Pada waktu itu, profesi sarjana Teknik mesin merupakan kelanjutan dari profesi pada jaman Belanda, yaitu terbatas pada pekerjaan pengoperasian dan perawatan mesin atau fasilitas produksi. Barang-barang modal itu sepenuhnya diimpor, karena di Indonesia belum terdapat pabrik mesin.
Di Universitas Indonesia (www.ui.edu), keilmuan Teknik Industri telah dikenalkan pada awal tahun tujuh puluhan, dan merupakan sub bagian dari keilmuan Teknik Mesin. Sejak 30 Juni 1998, diresmikanlah Jurusan Teknik Industri (sekarang Departemen Teknik Industri) Fakultas Teknik Universitas Indonesia, situs resminya di http://www.ie.ui.ac.id/
Kalau pada masa itu, dijumpai bengkel-bengkel tergolong besar yang mengerjakan pekerjaan perancangan konstruksi baja seperti yang antara lain terdapat di kota Pasuruan dan Klaten, pekerjaan itu pun masih merupakan bagian dari kegiatan perawatan untuk mesin-mesin pabrik gula dan pabrik pengolahan hasil perkebunan yang terdapat di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dengan demikian kegiatan perancangan yang dilakukan oleh para sarjana Teknik Mesin pada waktu itu masih sangat terbatas pada perancangan dan pembuatan suku-suku cadang yang sederhana berdasarkan contoh-contoh barang yang ada. Peran yang serupa bagi sarjana Teknik Mesin juga terjadi di pabrik semen dan di bengkel-bengkel perkereta-apian.
Pada saat itu, dalam menjalankan profesi sebagai sarjana Teknik Mesin dengan tugas pengoperasian mesin dan fasilitas produksi, tantangan utama yang mereka hadapi ialah bagaimana agar pengoperasian itu dapat diselenggarakan dengan lancar dan ekonomis. Jadi fokus pekerjaan sarjana Teknik Mesin pada saat itu ialah pengaturan pembebanan pada mesin-mesin agar kegiatan produksi menjadi ekonomis, dan perawatan (maintenance) untuk menjaga kondisi mesin supaya senantiasa siap pakai.
Pada masa itu, seorang kepala pabrik yang umumnya berlatar-belakang pendidikan mesin, sangat ketat dan disiplin dalam pengawasan terhadap kondisi mesin. Di pagi hari sebelum pabrik mulai beroperasi, ia keliling pabrik memeriksa mesin-mesin untuk menyakini apakah alat-alat produksi dalam keadaan siap pakai untuk dibebani suatu pekerjaan.
Pengalaman ini menunjukan bahwa pengetahuan dan kemampuan perancangan yang dipunyai oleh seorang sarjana Teknik Mesin tidak banyak termanfaatkan, tetapi mereka justru memerlukan bekal pengetahuan manajemen untuk lebih mampu dan lebih siap dalam pengelolaan suatu pabrik dan bengkel-bengkel besar.
Sekitar tahun 1955, pengalaman semacam itu disadari benar keperluannya, sehingga sampai pada gagasan perlunya perkuliahan tambahan bagi para mahasiswa Teknik Mesin dalam bidang pengelolaan pabrik.
Pada tahun yang sama, orang-orang Belanda meninggalkan Indonesia karena terjadi krisis hubungan antara Indonesia-Belanda, sebagai akibatnya, banyak pabrik yang semula dikelola oleh para administratur Belanda, mendadak menjadi vakum dari keadministrasian yang baik. Pengalaman ini menjadi dorongan yang semakin kuat untuk terus memikirkan gagasan pendidikan alternatif bidang keahlian di dalam pendidikan Teknik Mesin.
Pada awal tahun 1958, mulai diperkenalkan beberapa mata kuliah baru di Departemen Teknik Mesin, diantaranya : Ilmu Perusahaan, Statistik, Teknik Produksi, Tata Hitung Ongkos dan Ekonomi Teknik. Sejak itu dimulailah babak baru dalam pendidikan Teknik Mesin di ITB, mata kuliah yang bersifat pilihan itu mulai digemari oleh mahasiswa Teknik Mesin dan juga Teknik Kimia dan Tambang.
Sementara itu pada sekitar tahun 1963-1964 Bagian Teknik Mesin telah mulai menghasilkan sebagian sarjananya yang berkualifikasi pengetahuan manajemen produksi/teknik produksi. Bidang Teknik Produksi semakin berkembang dengan bertambahnya jenis mata kuliah. Mata kuliah seperti : Teknik Tata Cara, Pengukuran Dimensional, Mesin Perkakas, Pengujian Tak Merusak, Perkakas Pembantu dan Keselamatan Kerja cukup memperkaya pengetahuan mahasiswa Teknik Produksi.
Pada tahun 1966 - 1967, perkuliahan di Teknik Produksi semakin berkembang. Mata kuliah yang berbasis teknik industri mulai banyak diperkenalkan. Sistem man-machine-material tidak lagi hanya didasarkan pada lingkup wawasan manufaktur saja, tetapi pada lingkup yang lebih luas yaitu perusahaan dan lingkungan. Dalam pada itu, di Departemen ini mulai diajarkan mata kuliah : Manajemen Personalia, Administrasi Perusahaan, Statistik Industri, Perancangan Tata Letak Pabrik, Studi Kelayakan, Penyelidikan Operasional, Pengendalian Persediaan Kualitas Statistik dan Programa Linier. Sehingga pada tahun 1967, nama Teknik Produksi secara resmi berubah menjadi Teknik Industri dan masih tetap bernaung di bawah Bagian Teknik Mesin ITB.
Pada tahun 1968 - 1971, dimulailah upanya untuk membangun Departemen Teknik Industri yang mandiri. Upaya itu terwujud pada tanggal 1 Januari 1971.

Teknik Industri Universitas Islam Sultan Agung Semarang ( unissula )
Pengembangan dan penerapan teknologi canggih yang diarahkan pada pemilihan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja merupakan salah sumber kekuatan utama dalam pelaksanaan pembangunan. Kebijaksanaan pembangunan industri untuk menciptakan stuktur ekonomi dengan menitikberatkan industri yang maju didukung oleh sektor pertanian yang tangguh, merupakan sarana penciptaan perkembangan pembangunan yang lebih baik.

Pembangunan industri harus dapat membuat industri menjadi lebih efisien dan peranannya di dalam perekonomian nasional makin meningkat, baik segi nilai tambah maupun perluasan lapangan kerja. Sejalan dengan perkembangan industrialisasi yang memerlukan beragam teknologi ini memerlukan tenaga ahli dalam bidang teknik, termasuk bidang teknologi industri. Peran pendidikan serta pembaharuan tata nilai masyarakat sangat penting sebagai sarana penunjang.

Bertitik tolak dari pokok-pokok pikiran tersebut di atas, maka dalam rangka menunjang program pendidikan, Universitas Islam Sultan Agung sebagai Perguruan Tinggi Swasta yang juga merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional, merasa terpanggil dan berkewajiban untuk ikut berpartisipasi aktif dalam mendidik mahasiswa agar mampu meningkatkan daya penalaran, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berjiwa penuh pengabdian serta memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa dan negara, dengan tetap mengindahkan ciri-ciri khas Universitas Islam Sultan Agung serta syarat-syarat pendidikan secara umum, dalam upaya untuk membantu melaksanakan program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan sarjana teknologi industri yang diperlukan dalam pembangunan industri, maka pada tahun 1993 dibuka Fakultas Teknologi Industri bersamaan dengan berdirinya Jurusan Teknik Elektro (S1) dengan SK Mendikbud No. 84/D/O/1993.

Seiring dengan perkembangan dunia industri yang sarat akan kebutuhan teknologi dan informasi maka dibukalah Jurusan Teknik Industri (S1) dan DIII Teknik Komputer pada tahun 2000 dengan SK Dirjen DIKTI No. 294/DIKTI/KEP/2000. Adapun untuk menunjang bidang informasi, pada tahun 2003 dibuka Jurusan Teknik Informatika (S1) dengan SK Dirjen DIKTI No. 1421/D/T/2003.

Memasuki usia satu Dasawarsa bukanlah waktu yang singkat dilewatkan, pembenahan internal terus dilakukan baik akademik, manajemen dan sumber daya insani. Untuk itu disusunlah suatu pedoman yang menjamin mutu baik proses maupun outputnya dengan Rencana Strategis dan Rencana Operasi. Renstra dibuat untuk jangka waktu yang cukup panjang yaitu 25 tahun, sehingga berisi rancangan umum sesuai visi dan misi universitas. Renop adalah penjabaran lebih teknis pelaksanaan yang dibuat dalam jangka menengah yaitu 5 tahun.


*Sumber : wikipedia & Situs Resmi FTI Universitas Islam Sultan Agung Semarang