Peramalan ( Forecasting ) 1

Pengetahuan dasar teknik industri.....

Penentuan tingkat produksi dari barang atau jasa untuk periode yang akan datang merupakan salah satu keputusan penting yang harus dilakukan perusahaan. Besarnya tingkat produksi yang juga merupakan suatu penawaran dipengaruhi oleh seberapa besar tingkat permintaan pasar yang nantinya akan dipenuhi perusahaan. Oleh karena itu, agar keputusan yang nantinya akan diambil mempunyai nilai yang optimal diperlukan suatu metode yang tepat, sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Salah satu metode yang diperlukan oleh perusahaan dalam proses pengambilan keputusan untuk menentukan besarnya jumlah produksi yakni metode peramalan ( Forecasting ). Peramalan (forecasting) adalah suatu perkiraan tingkat permintaan yang diharapkan untuk suatu produk atau beberapa produk dalam periode waktu tertentu di masa yang akan datang. Untuk membuat suatu peramalan banyak mempunyai arti, maka peramalan tersebut perlu direncanakan dan dijadwalkan sehingga akan diperlukan suatu periode waktu paling sedikit dalam periode waktu yang dibutuhkan untuk membuat suatu kebijaksanaan dan menetapkan beberapa hal yang mempengaruhi kebijakan tersebut.

Dengan menggunakan metode ini diharapkan perusahaan dapat menentukan seberapa besar tingkat produksi pada periode yang akan datang. Karena dengan cara ini perusahaan dapat menekan biaya produksi maupun biaya penyimpanan yang diakibatkan terjadinya kelebihan produksi ( Under Production ) serta perusahaan tidak akan kehilangan pelanggan yang dikarenakan perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan yang ada.

Ada 5 metode yang digunakan dalam menggunakan keputusan peramalan yaitu :

  • Moving Average

  • Simple Moving Average

  • Weighted Moving Average

  • Exponential Smoothing

  • Exponential Smoothing with trend

Moving average, metode ini hanya melakukan perhitungan terhadap nilai data yang baru, dimana nilai rata – ratanya dihitung berdasarkan jumlah data yang rata – rata angka bergeraknya ditentukan dari harga I sampai N dari data yang dimiliki, metode kedua adalah weighted moving average, metode ini memerlukan pembobotan untuk data yang paling baru dari deret berkala. Sebagai contoh data yang paling baru ditentukan bobotnya sebesar 0,4 dan terbaru berikutnya 0,3 kemudian berturut – turut 0,2 dan terakhir 0,1. Perlu diingat bahwa jumlah bobot harus sama dengan 1,00. dan bobot yang terberat diberikan pada data yang terbaru. Selain itu dari kedua metode diatas kita bisa menggunakan metode eksponential smoothing. Metode ini hanya menggunakan perhitungan yang lebih sedikit, tidak memerlukan data historis dalam jangka waktu yang lama melainkan hanya data yan terbaru yang dipakai untuk perhitungan peramalannya. Karakteristik smoothing dikendalikan dengan menggunakan faktor smoothing yang bernilai 0 sampai dengan 1. Fungsi faktor ini adalah untuk memberikan penekanan yang lebih terhadap data yang paling baru. Setiap hasil peramalan yang baru berdasarkan pada hasil peramalan sebelumnya ditambah dengan suatu prosentase perbedaan antara peramalan dengan nilai aktualnya pada saat tersebut.


0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan tinggalkan komentar anda pada artikel dan web ini,kami sangat menghargai jika anda menggunakan bahasa yang baik dan santun.....

Terimakasih atas kunjungannya ke blog ini, penting !!! , artikel - artikel keilmuan TI di dalam blog ini sebagian besar berasal dari diktat-diktat kuliah saya, saya berupaya mencantumkan sumber dari setiap artikel TI yang dimuat, mohon kerjasamanya dengan meninggalkan komentar jika menemukan artikel yang "textbook" alias "copas" yang tidak tertulis sumbernya ya .
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons