Hakikat Perayaan Maulid Rasulullah SAW


Peringatan Maulid Rasulallah secara ceremonial, konon awalnya dilakukan oleh Sultan Shalahuddin ketika berhasil merebut tanah Palestina dari tangan tentara nasrani pada perang salib. Peringatan maulid dimaksudkan untuk memberikan semangat bagi pasukan kaum muslimin pada waktu itu.
Tidak Ada Dalil
Catatan sejarah tentang perayaan hari kelahiran Nabi agung ini pada zaman Rasul sendiri maupun pada zaman sahabat masih sulit untuk ditemui. Namun pernyataan yang dikeluarkan oleh ulama – ulama Arab melalui departemen agama kerajaan Arab Saudi tentang tidak adanya contoh dan anjuran ataupun perintah perayaan maulid nabi ini, cukup menjadi alasan bahwa perayaan maulid bukanlah hal yang di perintahkan oleh Rasul, jadi kurang lebih dapat pula dikatakan, hal ini bukan merupakan sesuatu yang disyariatkan dalam islam, dan belum juga dapat dikatakan bertentangan dengan syariat.
Bentuk Penghormatan
Kemudian, mengapa setiap tahun banyak umat muslim yang begitu antusias merayakan maulid nabi Muhammad SAW ?, sedangkan Rasul sendiri maupun para sahabat tidak pernah melakukannya. Banyak jawaban dikemukakan, namun semuanya dapat ditarik kesimpulan bahwa peringatan maulid Rasul dilakukan karena Rasul adalah sosok yang sangat dicintai umat. Manusia yang memiliki keistemewaan dibandingkan manusia lainya. Peringatan maulid Rasul yang dilakukan merupakan bentuk penghormatan dan kecintaan terhadapnya. Sejatinya kecintaan itu harus kita wujudkan dengan menjalankan apa yang dicontohkannya di dalam semua lini kehidupan kita, ritual keagamaan, sosial bermasyarakat, termasuk kegiatan ekonomi dan politik yang kita lakukan.
Hakikat Sebenarnya
Jadi peringatan maulid bukanlah sebuah ritual keagamaan yang diwajibkan untuk dilakukan selayaknya sholat,puasa dan zakat. Hakikatnya adalah kelahiran Rasul sebagai bentuk bahwa kita menghormati dan mencintainya, sebagai teladan dan contoh terbaik bagi kehidupan kita. Merenungi, mempelajari dan mengamalkan segala sunahnya adalah esensi sebenarnya dari peringatan maulid ini, termasuk menjauhkan diri dari segala hal yang berbau bid'ah dan sesat. Karena sesungguhnya segala sesuatu yang tidak berdalil akan menimbulkan polemik dikalangan umat jika tidak dikaji dengan baik serta ilmu yang memadai. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.( a'raf )
( diolah dari berbagai sumber )

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan tinggalkan komentar anda pada artikel dan web ini,kami sangat menghargai jika anda menggunakan bahasa yang baik dan santun.....

Terimakasih atas kunjungannya ke blog ini, penting !!! , artikel - artikel keilmuan TI di dalam blog ini sebagian besar berasal dari diktat-diktat kuliah saya, saya berupaya mencantumkan sumber dari setiap artikel TI yang dimuat, mohon kerjasamanya dengan meninggalkan komentar jika menemukan artikel yang "textbook" alias "copas" yang tidak tertulis sumbernya ya .
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons