think of industrial engineering, it's all about industrial engineering

Engineering Tools

IndisCo Undip 2009


Unissula raih juara dua pada Industrial Design Seminar & Competition


Sebagai wahana kreativitas mahasiswa di bidang disain ( terutama disain industri ), HMTI UNDIP menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “ InDisCo ( Industrial Design Seminar & Competition ) ”. pada Hari Sabtu, tanggal 5 Desember 2009 bertempat di Gedung Prof. Soedharto, S.H., Tembalang, Semarang.

Acara dimulai dengan Seminar bertema disain industri, hadir sebaai pembicara, yakni: Mizan Allan De Neve (ketua Asosiasi Disain Produk Indonesia), Indra Gunawan (Manajer Produksi PT. New Armada), dan Singgih C. Kartono (Produsen Magno Radio).

Lomba disain industri diikuti oleh beberapa universitas . Penilaian dilaksanakan setelah seminar, di mana peserta lomba terfavorit pilihan peserta seminar (sebanyak 5 tim) akan mempresentasikan disain yang dibuatnya. Kemudian akan ada penilaian dari kelima dewan juri, di mana tiga di antaranya adalah pembicara seminar di atas, sedang dua lagi adalah Dr. Susilo Adi, S.T., M.T. (Dosen UNDIP) dan Purnawan Adi, S.T., M.T. (Dosen UNDIP).

Acara yang memperebutkan hadiah total senilai Rp 3,75 juta ini dimenangkan oleh team dari Universitas Maranatha Bandung dengan desain produk “ M-ricepenser “, selanjutnya juara kedua diraih oleh team dari Universitas Islam Sultan Agung Semarang ( Unissula ) dengan desain produk “ JEPAT “, sedangkan team tuan rumah harus puas pada posisi ketiga.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah kepada para juara, menurut HMTI undip diharapkan acara ini akan terselenggara tiap tahunnya sebagai “masterpiece” dari acara Himpunan Mahasiswa Teknik Industri UNDIP.

Keterangan lebih lanjut klik: industrial_design_09.blog.undip.ac.id / http://industri.ft.undip.ac.id/?p=846


( Diterbitkan pada www.aderafiansyah.co.cc )Semoga bermanfaat buat sobat semua dan semoga Allah swt juga meridhoi ilmu ini untuk kita amalkan bersama,amien...jazakillah khoiron katsir.

Lot Sizing


  1. Pengertian LOT SIZING

Pada m MRP, dapat diketahui saat pemesanan material yang harus dilakukan. Namun dalam kenyataannya, saat melakukan pemesanan terdapat beberapa batasan yang perlu diperhatikan bekaitan dengan manajemen pemesanan.

Sebagai contoh, sebuah vendor menetapkan bahwa pemesanan hanya dapat dilakukan per pack yang berisi 10 material, dan perusahaan membutuhkan 15 unit material, maka perusahaan harus memesan material sebanyak 2 pack. Ukuran pack yang harus dipesan disebut lot (satuan pembulatan). Contoh lain, perusahaan akan memesan material sebanyak 18 unit, akan tetapi alat tranportasi hanya mampu mengangkut material sebanyak 10 unit. Maka perusahaan harus melakukan pemesanan sebanyak dua kali lot. Teknik pemesanan seperti ini bertujuan untuk meminimasi biaya pemesanan dan biaya simpan dari material. Dan teknik pemesanan ini dinamakan lot sizing.

Dalam perhitungan lot sizing, tersedia berbagai teknik yang terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu model lot sizing dinamis dan statis. Penggunaannya tergantung dari kondisi permintaan / pengorderan (planned order release). Bila permintaan bersifat konstan maka model lot sizing statis yang digunakan. Namun apabila permintaan bersifat lumpy, maka model lot sizing dinamis yang harus digunakan.

Untuk menguji apakah permintaan bersifat kontinyu ataukah lumpy, salah seorang ahli mengemukakan sebuah aturan dengan menggunakan pengukuran variasi sebagai dasar penentuan jenis permintaan dengan formulasi sebagai berikut : V=((n) /

Bila V <>lot sizing statis EOQ (Economic Order Quantity), FOQ (Fixed Order Quantity) dan FOI (Fixed Order Interval) dengan permintaan rata-rata (D) sebagai pendekatan terhadap permintaan, lebih tepat dipergunakan. Sedang bila V > 0.25 maka permintaan dianggap lumpy, dan model lot sizing dinamis lebih tepat dipergunakan.

Selengkapnya di sini...


( Diterbitkan pada www.aderafiansyah.co.cc )Semoga bermanfaat buat sobat semua dan semoga Allah swt juga meridhoi ilmu ini untuk kita amalkan bersama,amien...jazakillah khoiron katsir.

Peramalan ( Forecasting ) 4


Keakuratan dan Kontrol Peramalan

Jika beberapa model peramalan cocok untuk kondisi tertentu maka perlu ditentukan model mana yang lebih baik (tidak bias) atau hanya terdapat satu model yang cocok, maka perlu model lain sebagai pembanding untuk melihat keefektifan model tersebut. Proses ini disebut dengan kesalahan peramalan.

Ada dua aspek ukuran keakuratan peramalan yang memiliki nilai signifikansi yang potensial pada saat dilakukan teknik peramalan. Pertama performansi kesalahan historis peramalan, dan kedua kemampuan peramalan untuk menanggapi adanya perubahan. Dua nilai keakuratan yang umum untuk menghitung jumlah kesalahan historis adalah MAD (mean absolute deviation) dan MSD (mean square deviation).

Formula yang digunakan adalah :

MAD = Σ ( Actual – forecast ) / n

MSD = Σ ( Actual – forecast )2 / n

Pengontrolan peramalan dapat dilakukan dengan menggunakan tracking signal atau peta control.

Pendekatan tracking signal memusatkan pada rasio anatra komulatif kesalahan peramalan dengan nilai MAD :

TS = Σ ( Actual – forecast ) / MAD