think of industrial engineering, it's all about industrial engineering

Engineering Tools

BELAJAR JADI SALES


ENTREPRENEUR SALESPERSON

( CARA BARU JADI PENGUSAHA + KARYAWAN )

Assalamu’alaikum wr wb

Hai kawan, lama tidak bertukar pemikiran diblog “copy paste”ku ini… hehe

Mungkin lebih dari 1 tahun saya tidak menyambangi tempat ini, biasanya sich waktu masih aktif kuliah sering ta update sekedar untuk materi kuliah anak-anak industri di FTI sono.

Oke baiklah lupakan hal itu, karena kali ini dan insya Allah seterusnya saya akan bercerita tentang pengalaman saya belajar menjadi seorang marketer handal, ya kira-kira bisa selevel sama Christopher Gardner dalam film The Pursuit Of Happyness dech.. ( ngarep.com ) hehe….

Lha trus apa hubungannya teknik industri ama profesi pemasaran yak ? :D , ya pasti dikau sudah paham teman, pemasaran juga bagian dari ilmu yg kita pelajari di teknik industri bukan ? lagian saya pernah dapat kabar kalau salah-satu alumni kita di TI ada yang jadi Manager Pemasaran di BUMN yang dagang minyak itu, nah makanya saya merasa bahwa saya tidak sedang salah jurusan saat ini ( berbau HOAX.. hehe ). Saya iseng memilih profesi ini sementara waktu sambil menunggu TA kelar dan kuliah selesai, hehe, semoga aja dengan doa dari dikau kawan jalan yang kupilih ini tidaklah salah dan bisa mengantarkanku menjadi insan Allah yang tangguh dalam hidup, amieeeeeeeen.. :D

sebenarnya saya gak begitu asing sama profesi yang satu ini, karena memang hari-hari biasanya saya selalu berdagang sekedar untuk membiayai hidup yang semakin sulit ini ( halah lebay.. :P ), hanya saja kali ini saya anggap lebih serius, sebab saya punya keterikatan sebagai karyawan di kantor ini, oh ya saya lebih suka menyebut pekerjaan ini sebagai Entrepreneur Salesperson ( sok gaya dikit.. hihi ), dengan begini saya bisa berperan sebagai karyawan kantoran sekaligus orang lapangan, #1 : datang jam 8 pulang jam 4 sore, duduk manis didepan computer dan sesekali bergosip.. hahaha….yang #2 : saya lebih suka yang ini, datang ngisi absent jam 8, bikin marketing plan, kira-kira sejam kemudian Turlap alias turun lapangan ! :p, kemudian memualai petualangan… prospek prospek prospek…lobbying.. service.. janjian ama tukang sate ampe CEO..evaluasi dan atasi masalah ampe selesai, kira-kira jam 4 baru balik kantor lagi sekedar menyerahkan hasil kerja dan setor muka sama si bos ( biar dikata rajin gitu dech,maklum anak baru.. hahaha ) . ngobrol sebentar ama teman-teman kantor dan marketing lainnya, saling bertukar pengalaman hari itu, trus cabut dah..!!, ya begitulah Entrepreneur Salesperson bekerja sebagai orang gajian dengan waktu yang tidak terpancang dan gaji yang no limit pastinya.

Saya suka pekerjaan ini, walau disana banyak orang yang alergi dengan kata salesman. Ada image negative tentang dunia ini akibat ulah banyak marketing yang tidak menggunakan kaidah-kaidah ilmu marketing yang tepat dalam bekerja, asal jualan laris ya udah..!! memaksa konsumen membeli, menipu konsumen dan sebagainya dan sebagainya, belum lagi image bahwa pekerjaan ini adalah pekerjaan kelas rendahan, kerjaan orang yang tidak berpendidikan tinggi yang kadang menyebabkan marketing baru merasa minder dengan pekerjaannya, akibatnya target penjualan tidak terpenuhi, klo udah gitu gaji minim jadinya. Padahal u know lah kawan, untuk menjadi sukses dalam sebuah pekerjaan maka hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan mencintai dan mengenal baik pekerjaan kita bukan ?, gimana mau sukses jualan klo mau jualan aja malu, males dan sebagainya,padahal ya di kata orang di forum sana, Singapura itu bisa maju karena aktivitas perdagangannya yang luar biasa, klo ada aktivitas dagang ya so pasti aja salespersonya lah. Yah pokoknya dialinea ini saya hanya ingin bercerita tentang dunia gelap profesi ini, ada banyak sebenarnya dimana gak enaknya jadi sales.

Jadi intinya saya ingin bercerita bahwa pekerjaan ini full tantangan !! baik dari dalam maupun dari luar diri kita, untuk itu saya akan berbagi dengan teman-teman semua, harapannya ya gak ada selain semoga apa yang saya tulis berguna dan dapat menginspirasi teman-teman semua, life’s beautifull when shared,right ? . Bagi saya dengan begini saya bisa menghargai pekerjaan saya ini, saya bisa selalu mengingat bahwa saya adalah pembelajar yang harus bekerja dengan ilmu, saya bukanlah sales karbitan hasil diklat singkat perusahaan. Saya harus menulis pengalaman saya dan memadupadankan dengan ilmu pemsaran yang diajarkan Bu Eli sang dosen pemasaran di kampus, Jadi saya harus semangat bekerja dan belajar,ngumpulin receh sebanyak-banyaknya buat bayar utang..!!! hahahaha…………

Oke baiklah teman, kita mulai ya kelasnya, duduk yang rapi, yang pake kaos oblong dan sandal jepit silahkan keluar kelas…!!?? Hehe.. dikata kuliah ya…

PENGALAMAN #1 : MELAMAR PEKERJAAN, INTERVIEW DAN TRAINING

( tau opening text serial kartun DORAEMON kan ? ya kira-kira bacanya kyak gitu ya… )

Yup, gak capek baca kan sampai disini ? hehe…

Diawal bulan mei lalu, aku duduk termenung seorang diri sambil berfikir tentang bisnis kecil-kecilanku yang tak kunjung mendapat untung karena siklus perputaran keuangannya yang relative lama, padahal ada sejumlah tanggungan keuangan yang harus dibayar secara rutin.akibatnya terancam tutup lapak..!

Tiba-tiba seorang kawan datang bertamu kerumah, duduk nonton tv bareng-bareng seperti biasanya, cuman kali ini ada yang aneh, dia datang dengan penampilan yang lusuh,nampaknya habis bepergian nih kawan, sesekali menerima telepon entah dari siapa, sibuk sms an entah dengan siapa pula, ta perhatiin nada biacaranya kyak CS- CS di Bank gitu dech..kira-kira begini, “ Iya benar ibu, selamat malam ibu, ada yang bisa saya Bantu.. ? ..bla..blaa….”. kupikir anak ini udah kerja di bank beneran,abis nada bicaranya kyak Custumer Service gitu dech.. kupikir hebat..!! saatnya minta jatah makan..!! haha…

Tapi kalau dilihat dari penampilan kyaknya gak juga, pakaian lusuh, pake celana jeans pula.. ah masak kantoran pake celana jeans pikirku. Karena aku penasaran, ya ta Tanya to.. usut- usut punya usut ternyata kawanku ini adalah jreng jreng….SALESMAN…!! hehe.

Mulailah ngobrol ngalor ngidul, kesana kemari tentang pekerjaannya, ya bisa ditebak tertariklah si tampan ini :P, Tanya langsung “ ada lowongan lagi gak, tapi aku lum lulus tuch ? “, gayungpun bersambut “ bikin aja surat lamaran, besok ta bawa ke kantor, pake aja ijazah yang ada dulu “ jawabnya.

Singkat kata selang 10 hari kemudian… terbitlah surat lamaranku yang pertama dalam 3 tahun terakhir ini.. hehe. Dibawa pagi, sore dah ditelp dari kantor untuk undangan interview keesokan harinya.

Hari interviewpun tiba, gak ada yang special disini kecuali sebisa mungkin aku “jual diri” dengan penawaran terbaik tentunya.. haha… bercanda guys, jual diri maksudnya ya promosi diri sendiri, lagian kalo jual dalam arti sebenarnya kira-kira harga pria setampan aku ini berapa ya..?? haha…. Hush off the record..!! bek tu leptop..!!

Akhir kata diterimalah aku sebagai karyawan di perusahaan pembiayaan itu sebagai Area Sales Manager eh salah Area Sales Officer…!! Hehe. Ditempatkan di Divisi pembiayaan kredit barang kebutuhan rumah tangga, kira-kira job desc nya sederhana, hanya memfollow up calon customer yang membutuhkan alat-alat rumah tangga,elektronik, gadget dsb dengan system pembayaran kredit, lebih sederhana aku bilang ini pekerjaan kayak makelar gitu dech. Mulailah aku diperkenalkan sama teman-teman di divisi itu, mulai dari yang cewek ; ada mbak desi,ada mbak tri,ada mbak memey, ada mbak yuni, ada mbak yani, mbak susi,palking baik dan ramah mbak putrid CS didepan pintu :P..hehe…. Kalo yang cowok-cowok aku lupa tuch nama-namanya….. hahaha wkwkwkkw….

Oke baiklah, akhirnya sampailah pada satu kesimpulan “ PERBANYAKLAH TEMAN, SEBAB TERKADANG SEBAGIAN BESAR INFO LOWONGAN DAN ATAU PEKERJAAN DATANG DARI MEREKA “ sangat recommended untuk adik – adik yang masih kuliah, bergaulah ! jangan kuper jangan egois jangan itu dan jangan ini, teman banyak rezeki banyak tentunya..!! Sudah kubuktikan berkali-kali sebenarnya………

Yup, buat adik-adik kelasku ini hanya sekedar cerita saja, gak banyak memang yang bisa dipetik soalnya aku juga belum bnyak menanamm pengalaman, yang jelas apa yang bisa kamu petik simpanlah mungkin suatu saat kamu bisa gunakan sebagai bekal ketika menemui hal yang sama dengan aku. ( injiiihh mbah.... :p )

Buat Plutoku, sorry ya rada sibuk sekarang, diawal-awal ini aku harus concern dulu, cari kesibukan sendiri dulu ya, kalo sudah agak jalan pasti semua akan normal kembali. Okay..

Oke sekian dulu kawan suratku ini ( halaah… :p ) besok kita sambung lagi ya tentang TIPS dan TRIK BERGAUL DENGAN TEMAN KERJA YANG BARU.

Salam dari sahabat penamu di seberang sana…

Ttd

BOLANG

NB : hehehe….





Semoga bermanfaat, budayakan silaturahmi dengan meninggalkan komentar anda

Pengukuran Waktu Kerja


Waktu merupakan elemen yang sangat menentukan da1am merancang atau memperbaiki suatu sistem kerja. Peningkatan efisiensi suatu sistem kerja mutlak 3 berhubungan dengan waktu kerja yang digunakan da1am berproduksi. Pengukuran waktu (time study) pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menentukan lamanya waktu kerja yang dibutuhkkan oleh seorang operator (yang sudah terlatih) untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang spesifik, pada tingkat kecepatan kerja yang normal,serta dalam lingkungan kerja yang terbaik pada saat itu. Dengan demikian pengukuran waktu ini merupakan suatu proses kuatitatif, yang diarahkan untuk mendapatkan suatukriteria yang obyektif. Study mengenai pengukuran waktu kerja dilakukan untuk dapat melakukan perancangan atau perbaikan dari suatu sistem kerja. Untuk keperluan tersebut, dilakukan penentuan waktu baku, yaitu waktu yang diperlukan dalam bekerja dengan telah mempertimbangkan faktor-faktor diluar elemen pekerjaan yang dilakukan.
Secara umum, teknik-teknik pengukuran waktu kerja dapat dikelompokkan atas dua kelompok besar :
a. Secara Langsung
• Pengukuran waktu dengan jam henti (Stop Watch Jam )
• Sampling pekerjaan ( Work Sampling )
b. Secara Tidak Langsung
• Data Waktu Baku
• Data Waktu Gerakan, terdiri dari :
- Work Faktor (WF) System
- Maynard Operation Sequece Time (MOST System )
- Motion Time Measurement ( MTM System )
Metode Pengukuran Dengan Jam henti
Karakteristik sistem kerja yang sesuai :
• Jenis aktivitas pekerjaan bersifat homogen
• Aktivitas dilakukan secara berulang - ulang dan sejenis
• Terdapat output yang riil, berupa produk yang dapat dinyatakan secara kuantitatif
Langkah - langkah pengukuran waktu kerja dengan jam henti :
• Lakukan identifitas pekerjaan yang akan diamati dan diukur waktunya dan deskripsikan maksud dan tujuan kepada seluruh pendukung sistem kerja yang diamati. 4
• Kumpulkan semua informasi mengenai proses yang dilakukan pada obyek pengamatan seteliti mungkin
• Uraikan pekerjaan dalam elemen - elemen aktivitas kerja yang lebih kecil untuk memudahkan pengukuran.
• Tetapkan tating performansi operator setiap elemen pekerjaan yang dilakukan operator.
• Lakukan pengukuran waktu kerja setiap elemen pekerjaan yang dilakukan operator.
• Lakukan pengukuran sejumlah yang diperlukan (dengan menggunakan uji kecukupan data dan uji keseragaman data)
• Tetapkan faktor penyesuaian dan faktor kelonggaran
• Tetapkan waktu baku dan sistem kerja yang diamati Asumsi Dasar Dalam Pengukuran Waktu Kerja Dengan Jam Henti :
• Operator yang diamati memahami dan dapat melaksanakan prosedur dan pelaksanaan pekerjaan dengan baik (memiliki kemampuan dan ketrampilan standart )
• Teknik dan metode yang dilakukan dalam sistem pekerjaan yang diamati harus baku dan standart
• Kinerja sistem mampu dikendalikan untuk setiap periode kerja vang disediakan
• Lingkungan pendukung sistem kerja standart, tidak jauh berbeda dengan saat dilakukan pengukuran.
WAKTU BAKU
Penentuan waktu baku :
• Waktu siklus : waktu hasil pengamatan secara langsung yang tertera dalam stop watch.
• Waktu normal : waktu kerja telah mempertimbangkan factor penyesuaian
• Waktu baku waktu kerja dengan mempertimbangkan factor penyesuaian dan faktor kelonggaran (allowance ).
Manfaat Waktu Baku :
• Penjadwalan produksi (Production Schedulling )
• Perencanaan kebutuhan tenaga kerja ( Man Power Planning )
• Perencanaan sistem kompensasi
• Menunjukkan kemampuan pekerja berproduksi
• Mengetahui besaran - besaran performansi sistem kerja berdasar data produksi aktual
Faktor Penyesuaian
Maksud dimasukkannya faktor penyesuaian adalah untuk menjaga kewajaran kerja, sehingga tidak akan terjadi kekurangan waktu karena terlalu idealnya kondisin kerja yang diamati. Faktor penyasuaian dalam pengukuran waktu kerja dibutuhkan untuk menentukan waktu normal dari operator yang berada dalam sistem kerja tertentu.Beberapa metode dalam menentukan besar faktor penyesuaian, antara lain :
• Metode shumard
• Metode Westinghouse
• Metode Obyektif
• Metode Bedaux atau sintesis
Faktor Kelonggaran (allowance)
Pemberian kelonggaran ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada operator untuk melakukan hal - hal yang harus dilakukannya, sehingga waktu baku yang diperol,eh dapat dikatakan data waktu kerja yang lengkap dan mewakili sistem kerja yang diamati. Kelonggaran yang diberikan antara lain :
• Kelonggaran untuk kebutuhan pribadi
• Kelonggaran untuk menghilangkan rasa 1elah ( fatique )
• Kelonggaran yang tidak dapat dihindarkan
Pemberian faktor kelonggaran dan penyesuaian secara bersama - sama, selayaknya dapat dirasakan adil (fair), baik dari sisi operator maupun dari sisi manajemen.
KURVA BELAJAR
Kurva belajar menunjukkan tingkat penguasaan operator terhadap pekerjaan yang dilakukannya (kondisi dan metode kerja sudah distandarkan). Kurva belajar ini penting untuk diketahui dalam melakukan pengukuran waktu kerja. Pengukuran kerja dilakukan pada keadaan operator sudah terlatih dan menguasai dengan baik metode pekerjaan yang dilakukannya. Tingkat penguasaan ini dapat dilihat dari kurva belajar.
Perumusan matematis dari kurva belajar adalah sebagai berikut :
Y = KX -A
Di mana :
Y = Waktu siklus
X = Siklus ke n : n = 1, 2, 3,….
K = Konstanta
A = Konstanta
CARA WESTINGHOUSE
Cara Westinghouse mengarahkan penilaian pada 4 faktor yang dianggap menentukan kewajaran dan ketidakwajaran dalam bekerja yaitu keterampilan, usaha, kondisi kerja, dan konsistensi. Setiap factor terbagi dalam kelas – kelas dengan nilai masing- masing.
Untuk keperluan penyesuaian keterampilan dibagi enam kelas dengan cirri-ciri dari setiap kelas seperti yang dikemukakan berikut ini :
SUPER SKILL :
  1. Secara bawahan cocok sekali dengan bawahannya.
  2. Bekerja dengan sempurna.
  3. Tampak seperti telah terlatih dengan baik.
  4. Gerakan-gerakannya sangat halus tetapi sangat cepat sehingga sulit untuk diikuti.
  5. Kadang-kadang terkesan tidak berbeda dengan gerakan-gerakan mesin.
  6. Perpidahan dari satu elemen pekerjaan ke elemen lainnya tidak terlampau terlihat karena lancar.
  7. Tidak terkesan adanya gerakan-gerakan berpikir dan merencana tentang apa yang dikerjakan (sudah sangat otomatis).
  8. Secara umum dapat dikatakan bahwa pekerja yang bersangkutan adalah pekerja yang baik.
EXXELENT SKILL :
  1. Percaya diri sendiri.
  2. Tampak cocok dengan pekerjaanya.
  3. Terlihat telah terlatih dengan baik.
  4. Bekerjanya teliti dengan tidak banyak melakukan pengukuran-pengukuran atau pemeriksaan-pemeriksaan.
  5. Gerakan kerjanya beserta urutan-urutannya dikerjakan tanpa kesalahan.
  6. Menggunakan peralatan dengan baik.
  7. Bekerjanya cepat tanpa mengorbankan mutu.
  8. Bekerjanya cepat tetapi halus.
  9. Bekerjanya berirama dan terkoordinasi.
GOOD SKILL :
  1. Kwalitas hasil baik.
  2. Bekerjanya tampak lebih baik daripada kebanyakan pekerjaan pada umumnya.
  3. Dapat memberi petunjuk-petunjuk pada pekerjaan lain yang keterampilannya lebih rendah.
  4. Tampak jelas sebagai pekerja yang cakap.
  5. Tidak memerlukan banyak pengawasan.
  6. Tidak keragu-raguan.
  7. Bekerja stabil.
  8. Gerakan-gerakannya terkoordinasi dengan baik.
  9. Gerakan-gerkannya cepat.
AVERAGE SKILL :
  1. Tampak adanya kepercayaan pada diri sendiri.
  2. Gerakannya cepat tetapi tidak lambat.
  3. Terlihat adanya pekerjaan-pekerjaan yang perencanaan.
  4. Tampak sebagai pekerja yang cakap.
  5. Gerakan-gerakannya cukup menunjukkan tiadanya keragu-raguan.
  6. Mengkoordinasikan tangan dan pikiran dengan cukup baik.
  7. Tampak cukup terlatih dank arena mengetahui seluk-beluk pekerjaannya.
  8. Bekerja cukup teliti.
  9. Secara keseluruhan cukup memuaskan.
FAIR SKILL :
  1. Tampak terlatih tapi belum cukup baik.
  2. Mengenai peralatan dan lingkungan secukupnya.
  3. Terlihat adanya perencanaan-perencanaan sebelum melakukan gerakan.
  4. Tidak mempunyai kepercayaan diri yang cukup.
  5. Tampak sepert tidak cocok dengan pekerjaannya tetapi telah ditempatkan dipekerjaan itu cukup lama.
  6. Mengetahui apa yang dilakukan dan harus dilakukan tetapi tampak tidak selalu yakin.
  7. Sebagian waktu terbuang karena kesalahan-kesalahan sendiri.
  8. Jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh outputnya akan sangat rendah.
  9. Biasanya tidak ragu-ragu dalam menjalankan gerakan-gerakannya.
POOR SKILL :
  1. Tidak bias mengkoordinasikan tangan dan pikiran.
  2. Gerakan-gerakannya kaku.
  3. Kelihatan tidak yakin pada urutan-urutan gerakan.
  4. Seperti yang tidak terlatih untuk pekerjaan yng bersangkutan.
  5. Tidak terlihat adanya kecocokan dengan pekerjaan.
  6. Ragu-ragu dalam menjalankan gerakan-gerakan kerja.
  7. Sering melakukan kesalahan-kesalahan.
  8. Tidak adanya kepercayaan pada diri sendiri.
  9. Tidak bias mengambil inisiatif sendiri.
Secara keseluruhan tampak pada kelas-kelas diatas bahwa yang membedakan kelas seseorang adalah keragu-raguan, ketelitian gerakan, kepercayaan diri, koordinasi, irama gerakan, bekas-bekas latihan dan hal-hal lain yang serupa.
Untuk usaha cara Westing house membagi juga atas kelas-kelas dengan cirri masing-masing. Yang dimaksudkan dengan usaha disini adalah kesungguhan yang ditunjukkan atau diberikan operator ketika melakukan pekerjaannya. Berikut ini ada 6 (enam ) kelas usaha dengan cirri-cirinya :
EXCESSIVE EEFORT :
  1. Kecepatan sangat berlebihan.
  2. Usaha sangat bersungguh-sungguh tetapi dapat membahayakan kesehatannya.
  3. Kecepatan yang ditimbulkannya tidak dapat dipertahankan sepanjang hari kerja.
EXELENT EFFORT :
  1. Jelas terlihat kecepatan kerjanya yang tinggi.
  2. Gerakan-gerakan lebih ekonomis daripada operator-operator biasa.
  3. Penuh perhatian pada pekerjaannya.
  4. Banyak memberi saran-saran.
  5. Menerima saran-saran dan petunjuk dengan senang.
  6. Percaya pada kebaikan maksud pengukuran waktu.
  7. Tidak dapat bertahan lebih dari beberapa hari.
  8. Bangga atas kelebihannya.
  9. Gerakan-gerakan yang salah terjadi sangat jarang sekali.
  10. Bekerjanya sistematis.
  11. Karena lancarnya, perpindahan dari suatu elemen keelemen lainnya tidak terlihat.
GOOD EFFORT :
  1. Bekerja berirama.
  2. Saat-saat menganggur sangat sedikit bahkan kadang-kadang tidak ada.
  3. Penuh perhatian pada pekerjaannya.
  4. Senang pada pekerjaannya.
  5. Kecepatan baik dan dapat dipertahankan sepanjang hari.
  6. Percaya pada kebaikan maksud pengukuran waktu.
  7. Menerima saran-saran dan petunjuk dengan senang hati.
  8. Dapat memberi saran-saran untuk perbaikan kerja.
  9. Tempat kerjanya diatur baik dan rapi.
  10. Menggunakan alat-alat yang tepat dengan baik.
AVERAGE EFFORT :
  1. Tidak sebaik good, tetapi lebih baik dari poor.
  2. Bekerja dengan stabil.
  3. Menerima saran-saran tetapi tidak melaksanakannya.
  4. Set up dilaksanakan dengan baik.
  5. Melakuka kegiatan-kegiatan perencanaan.
FAIR EFFORT :
  1. Saran-saran perbaikan diterima dengan kesal.
  2. Kadang-kadang perhatian tidak ditujukan pada pekerjaannya.
  3. Kurang sungguh-sungguh.
  4. Tidak mengeluarkan tenaga dengan secukupnya.
  5. Terjadi sedikit penyimpangan dari cara kerja baku.
  6. Alat-alat yang dipaki tidak selalu yang terbaik.
  7. Terlihat adanya kecenderungan kurang perhatian pada pekerjaannya.
  8. Terlampau hati-hati.
  9. Sistematika kerjanya sedang-sedang saja.
  10. Gerakan-gerakannya tidak terencana.
POOR EFFORT :
  1. Banyak membuang-buang waktu.
  2. Tidak memperhatikan adanya minat bekerja.
  3. Tidak mau menerima saran-saran.
  4. Tampak malas dan lambat bekerja.
  5. Melakuka gerakan-gerakan yang tidak perlu untuk mengambil alat-alat dan bahan-bahan.
  6. Tempat kerjanya tidak diatur rapi.
  7. Tidak peduli pada cocok/ baik tidaknya peralatan yang dipakai.
  8. Mengubah-ubah tata letak tempat kerja yang telah diatur.
  9. Set up kerjanya terlihat tidak baik.

Yang dimksud dengan kondisi kerja pada cara Westinghouse adalah kondisi fisik lingkungannya Seperti keadaan pencahayaan, temperature, kebisingan ruangan. Kondisi kerja dibagi 6 (enam) kelas yaitu ideal, exellent, good, average, fair, dan poor. Kondisi yang ideal tidak selalu sama bagi setiap pekerjaan karena berdasarkan karateristik masing-masig pekerja membutuhkan kondisi ideal sendiri-sendiri. Suatu kondisi yang dianggap good untuk satu pekerjaan dapat saja dirasakan sebagai fair atau bahkan poor bagi pekerjaan yang lain. Pada dasarnya komdisi ideal adalah kondisi yang cocok bagi pekerjaan yang bersangkutan, yaitu yang memungkinkan performance maksimal dari pekerja. Sebaiknya kondisi poor adalah kondisi lingkungan yang tidak membantu jalannya pekerjaan bahkan sangat menghambat pencapaian performance yang baik.
Konsistensi perlu diperhatikan karena kenyataan bahwa pada setiap pengukuran waktu angka-angka yang dicatat tidak semuanya sama, waktu penyelesaian yang ditunjukkan pekerja selalu berubah-ubah dari satu siklus kesiklus lainnya, dari jam ke jam, bahkan dari hari ke hari. Sebagaimana halnya dengan faktor-faktor lain, Konsisternsi juga dibagi 6 (enam) kelas yaitu : perfect, exellent, good, average, fair, dan poor.

sumber : Iftikar Z. Sutalaksana,  buku Teknik Perancangan Sistem Kerja
Semoga bermanfaat, budayakan silaturahmi dengan meninggalkan komentar anda

Analisa Pasar


Analisa Pasar

Tujuan dari dilakukannya analisa pasar adalah untuk mengetahui karakteristik pasar, konsumen, perusahaan pesaing, pangsa pasar dan pertumbuah pasar. Sehingga jika semua hal tersebut sudah diketahui nantinya perusahaan tidak akan salah dalam merancang strategi memasarkan produknya dan menentukan waktu yang tepat untuk memperbesar kapasitas produksinya.

Analisa Pasar menggunakan Analisa SWOT

Analisis SWOT adalah sebuah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi Strengths, Weaknesses,Opportunities, dan Threats dalam suatu proyek atau dalam bisnis usaha. Hal ini melibatkan penentuan tujuan usaha bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang baik dan menguntungkan untuk mencapai tujuan itu

Metoda analisa SWOT bisa dianggap sbg metoda analisa yg paling dasar, yg berguna utk melihat suatu topik atau permasalahan dari 4 sisi yg berbeda. Hasil analisa biasanya adalah arahan/rekomendasi utk mempertahankan kekuatan dan menambah keuntungan dari peluang yg ada, sambil mengurangi kekurangan dan menghindari ancaman. Analisa SWOT merupakan gambaran keadaan yang sedang terjadi dan bukanlah keadaan yang seharusnya terjadi. Adapun komponen – komponen analisa SWOT adalah sebagai berikut :

  1. Peluang
    Peluang adalah situasi penting yang menguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Kecendrungan – kecendrungan penting merupakan salah satu sumber peluang. Identifikasi segmen pasar yang tadinya terabaikan, perubahan pada situasi persaingan atau peraturan, perubahan teknologi, serta membaiknya hubungan dengan pembeli atau pemasok dapat memberikan peluang bagi perusahaan.

  2. Ancaman
    Ancaman adalah situasi penting yang tidak menguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Ancaman merupakan pengganggu utama bagi posisi sekarang atau yang diinginkan perusahaan. Masuknya pesaing baru, lambatnya pertumbuhan pasar, meningkatnya kekuatan tawar – menawar pembeli atau pemasok penting, perubahan teknologi, serta peraturan baru atau direvisi dapat menjadi ancaman bagi keberhasilan perusahaan.

  3. Kekuatan
    Kekuatan adalah sumber daya, ketrampilan, atau keunggulan – keunggulan lain relatif terhadap pesaing dan kebutuhan pasar yang dilayani atau ingin dilayani oleh perusahaan. Kekuatan adalah kompetensi khusus (distinctive competence) yang memberikan keunggulan komparatif bagi perusahaan di pasar. Kekuatan dapat terkandung dalam sumber daya keuangan, citra, kepemimpinan pasar, hubungan pembeli – pemasok, dan factor – factor lain.

  4. Kelemahan
    Kelemahan adalah keterbatasan atau kecendrungan dalam sumber daya, ketrampilan, dan kapabilitas yang secara serius menghambat kinerja efektif perusahaan. Fasilitas, sumber daya keuangan, kapabilitas manajemen, ketrampilan pemasaran, dan citra merek dapat merupakan sumber kelemahan.

Menentukan Harga Pokok Penjualan ( Cost of Good Sold )

Pada dasarnya Harga Pokok Penjualan adalah segala cost yang timbul dalam rangka membuat suatu produk menjadi siap untuk dijual atau dengan kalimat lain, Harga Pokok penjualan adalah cost yang terlibat dalam proses pembuatan barang atau yang bisa dihubungkan langsung dengan proses yang membawa barang dagangan siap untuk dijual. Harga Pokok Penjualan diperoleh melalui penjumlahan ( Persediaan Barang Jadi awal ) + ( Harga Pokok Produksi ) - ( Persediaan Barang jadi akhir ).

Harga Pokok Produksi
Biaya produksi atau Harga Pokok Produksi (Cost of Goods Manufactured) merupakan kumpulan dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan mengolah bahan baku sampai menjadi barang jadi.

Biaya-biaya tersebut terdiri dari:

  1. Biaya Bahan Baku, adalah harga perolehan (harga pokok) seluruh substansi / materi pokok yang terdapat pada barang jadi.

  2. Biaya Tenaga Kerja Langsung, adalah tenaga kerja yang memiliki kinerja langsung terhadap proses pengolahan barang, baik menggunakan kemampuan fisiknya maupun dengan bantuan mesin.

  3. Biaya Overhead Pabrik, adalah biaya-biaya yang timbul dalam proses pengolahan, yang tidak dapat digolongkan dalam biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.


Analisa Kelayakan Menggunakan Analisa BEP ( Break Event Point )

Analisis Break Even adalah suatu analisis yang bertujuan untuk menemukan satu titik, dalam unit atau rupiah, yang menunjukkan biaya sama dengan pendapatan. Dengan mengetahui break even ini diharapkan pada volume penjualan berapa perusahaan mencapai titik impasnya, yaitu tidak rugi ataupun tidak untung.

Analisis ini memerlukan estimasi mengenai biaya tetap, biaya variabel, dan penjualan. Contoh dari biaya tetap adalah biaya depresiasi, pajak bumi dan bangunan, bunga kredit, dan gaji pimpinan, sedangkan contoh dari biaya variabel adalah biaya tenaga kerja langsung, biaya material, biaya utiliti. Dan untuk pendapatan diasumsikan berbentuk linier dimana besarnya bertambah sesuai dengan pertambahan volume penjualan.

Rumus Break Event Point (BEP) untuk single product adalah:

BEP(unit/x) = FC / (S – VC)

atau

BEP(rupiah) = FC / (1 – (VC/S))

Dimana :
FC = fixed cost (biaya tetap), VC = variable cost (biaya variabel), S = sales (penjualan).

Rumus BEP untuk multiple product adalah:

BEP(rupiah) = FC / (1 – (TVC/TR))

Dimana :

TVC = total variable cost (total biaya variabel), TR = total revenue (total pendapatan).


C. Prosedur Praktikum

  1. Mengidentifikasi jenis dan kondisi pasar dengan cara menganalisa Segmentasi pasar, Target pasar, Diferensiasi, Positioning , Pesaing-pesaing, Market Share, yang terangkum kedalam Matriks SWOT.

  2. Menghitung Harga Pokok Penjualan & Harga Pokok Produksi

  • Tentukan harga bahan baku

  • Tentukan biaya tenaga kerja langsung

  • Tentukan Biaya Overhead Pabrik

  1. Lakukan analisis Break event Point

  • Identifikasi Variable Cost

  • Identifikasi Fix Cost

  1. Mempresentasikan hasil


Semoga bermanfaat, budayakan silaturahmi dengan meninggalkan komentar anda